Arti Lambang ASEAN – kata ASEAN mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua, bahkan mungkin kalian sering melihat logo atas lambang ASEAN tersebut karena Indonesia merupakan salah satu negara anggota ASEAN. Disamping Indonesia dari anggota ASEAN, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai hal yang berkaitan dengan ASEAN mulai dari sejarah, prinsip, serta bunyi semboyannya. Untuk itu simaklah penjabaran dibawah ini ASEAN ialah kepanjangan dari Association of South East Asia Nations, namun ASEAN dikenal juga sebagai Perbara dimana singkatan dari Perhimpunan Bangsa – Bangsa Asia Tenggara. Nah gedung sekretarian ASEAN ini terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. ASEAN sendiri didirikan tepat pada 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN sendiri diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara, ialah Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina serta Singapura. Berikut ini merupakan ke 5 menteri ialah Perwakilan Indonesia Adam MalikPerwakilan Malaysia Tun Abdul RazakPerwakilan Thailand ThanatKomanPerwakilan Filipina Narcisco RamosPerwakilan Singapura S. Rajaratnam. Sedangkan negara – negara lain juga ikut bergabung kedalam ASEAN, dengan begitu total menjadi 11 negara, yaitu Brunei Darussalam, bergabung pada 7 Januari bergabung pada 28 Juli bergabung pada 23 Juli bergabung pada 23 Juli bergabung pada 16 Desember 1998. Prinsip Pada ASEAN Prinsip utama ASEAN ini digariskan mulai dari menghormati kemerdekaan, kesamaan, integritas serta identitas nasional seluruh negara. Setiap negara mempunyai hak untuk menyelesaikan permasalahan nasional nyata serta pada campur tangan dari luar. Penyelesaian perbedaan maupun perdebatan antar negara secara aman, menolak penggunaan kekuatan bahkan kekerasan, namun meningkatkan kerjasama secara efektif antara anggota ASEAN dikokohkan oleh lima negara pengasas, ialah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura serta Thailand. Di Bangkok sendiri proses pembentukan ASEAN dibuat dalam sebuah penandatanganan perjanjian dimana dikenal dengan nama “Deklarasi Bangkok”. Baca Juga Negara Berkembang Di Asia Tenggara, Barat, Timur Adapun yang bertanda tangan saat Deklarasi Bangkok tersebut ialah para menteri luar negeri, ialah Bapak Adam Malik Indonesia, Narciso R. Ramos Filipina, Tun Abdul Razak Malaysia, S. Rajaratnam Singapura, serta Thanat Khoman Thailand. Tepat tanggal 8 Januari 1984, seminggu sesudah mencapai kemerdekaannya, negara Brunei masuk menjadi anggota ASEAN. Kemudian 11 tahun tepatnya tanggal 28 Juli 1995, Laos & Myanmar menjadi anggota selama kurun waktu dua tahun, ialah pada tanggal 23 Juli 1997. Meskipun Kamboja telah menjadi anggota ASEAN bersama – sama dengan Myanmar dan Laos, Kamboja terpaksa harus menarik diri karena masalah politik pada negara tersebut. Tetapi, dua tahun kemudian Kamboja kembali masuk menjadi anggota ASEAN tepat pada 30 April 1999. Logo ASEAN membawa sebuah arti ASEAN dimana yang stabil, aman, bersatu serta dinamik. Warna logo tersebut ada 4, yaitu biru, merah, putih serta kuning. Warna tersebut ialah warna utama lambang negara – negara ASEAN, dimana warna biru melambangkan keamanan serta kestabilan, warna merah artinya semangat dan dinamisme, warna putih menunjukkan ketulenan serta warna kuning melambangkan kemakmuran. Selanjutnya, sepuluh tangkai padi melambangkan suatu cita – cita pelopor pembentuk ASEAN di Asia Tenggara, ialah bersatu serta bersahabat dimana bulat melambangkan kesatuan terhadap ASEAN. Arti Lambang ASEAN Berikut merupakan lambang ASEAN Digambar tersebut ialah logo atau lambang ASEAN dimana sering kita jumpai maupun lihat di buku – buku ataupun dimedia – media lainnya, seperti di internet, koran, ataupun poster. Didalam gambar tersebut dapat dilihat ada 10 buah padi dimana terikat yang menggambarkan sebuah persatuan, kesatuan serta persahabatan dari ke 10 negara – negara yang menjadi anggota ASEAN Organisasi Negara – Negara Di Asia Tenggara . Dari berbagai warna tersebut memiliki makna yang berbeda – beda berikut penjabarannya Warna biru mempunyai arti ialah perdamaian dan merah mempunyai arti ialah keberanian dan putih mempunyai arti ialah kuning mempunyai arti ialah kemakmuran dan lingkaran yang ada melambangkan persatuan terhadap negara – negara anggota ASEAN. Anggota ASEAN Perlu diketahui jika pada awal mulanya ASEAN ini hanya terdiri dari 5 negara saja, mereka itu merupakan negara – negara pemrakarsa ASEAN dimana terbentuk pada 8 Agustus 1967, negara – negara tersebut ialah sebagai berikut IndonesiaMalaysiaThailandSingapuraFilipina Baca Juga Kedudukan Warga Negara Dan Penduduk Indonesia Pada saat ini jumlah anggota ASEAN telah bertambah banyak menjadi 10 negara dimana berada didalam kawasan yang luasnya 6 juta kilometer persegi. Berikut inilah 10 dari negara ASEAN beserta dengan nama ibu kotanya Indonesia ibukotanya ialah Kota ibukotanya ialah Kota Kuala ibukotanya ialah Kota ialah Kota ibukotanya ialah Kota Darussalam ibukotanya ialah Kota Bandar Seri ibukotanya ialah Kota ialah Kota Phnom ibukotanya ialah Kota ibukotanya ialah Kota Naypyidaw. Makna Lambang ASEAN Berikut ini merupakan beberapa makna lambang ASEAN, yaitu Lambang ASEAN ini berguna sebagai lambang resmi ASEAN sendiri melambangkan mulai dari kemantapan, perdamaian, persatuan, dan dinamika ASEAN. Warna – warna lambang mulai dari biru, merah, putih dan kuning, dimana diambil dari warna – warna yang digunakan dalam berbagai bendera negara – negara anggota biru ini, ialah melambangkan sebuah perdamaian & kemantapan, merah melambangkan keberanian & dinamika, putih melambangkan kesucian, serta kuning melambangkan suatu batang padi dimana terikat melambangkan sepuluh Negara anggota ASEAN, hal ini melambangkan harapan para bapak pendiri ASEAN. Dimana yang memimpikan ASEAN terdiri atas seluruh sepuluh negara-negara Asia Tenggara yang terikat dalam persahabatan dan melambangkan persatuan cipta Lambang ASEAN dimiliki oleh ASEAN. Semboyan ASEAN Berikut ialah semboyan pada ASEAN “Satu 1 Visi, Satu 1 Identitas, Satu 1 Komunitas” One Vision, One Identity, One Community. Baca Juga PENGERTIAN DESA Apa itu ASEAN ?ASEAN Association of Southeast Asian Nations merupakan suatu organisasi geo-politik serta ekonomi, dimana terbentuk dari negara -negara di kawasan Asia Tenggara. Hal apa yang melatarbelakangi berdirinya ASEAN ?Berdirinya ASEAN sendiri dilatarbelakangi atas adanya beberapa persamaan yang dimiliki oleh negara – negara Asia Tenggara, mulai dari letak geografisnya, dasar kebudayaan, nasib yang pernah dijajah oleh bangsa barat, serta kepentingan diberbagai bidang yang ada. Kapan didirikannya organisasi ASEAN ?Tepat pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Jadi, jika adik adik siswa/i khususnya masih dalam jenjang pendidikan yang masih bingung artikel dan lain lain, Maka makalah ini sudah cukup mewakili jawaban untuk adik adik semua. Demikianlah pembahasan artikel Arti Lambang ASEAN, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru bagi para pembaca.
1 Gambar Payung Geulis artinya Pelindung, merupakan simbol perlindungan Hukum dari Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada masyarakat dan semua aset kehidupannya. Warna Merah dan Putih Melambangkan bendera yaitu sebagai simbol pemersatu antar etnis, suku dan Agama.
Untuk merepresentasikan sebuah brand, tentu saja Sobat Aksara memerlukan sebuah logo. Untuk itu, dalam membuat brand Anda tidak boleh asal-asalan. Ada beberapa komponen yang harus tercantum di dalamnya sehingga konsumen dapat mengidentifikasi brand Anda begitu melihat logonya. Sungguh sebuah tanggung jawab besar yang harus diemban oleh sebuah gambar kecil, bukan? Untuk itu, Anda perlu mengetahui kriteria apa saja yang harus dipenuhi agar sebuah logo dapat dikatakan sebagai logo yang baik. Berikut penjelasan lengkap mulai dari pengertian logo, fungsi, komponen, hingga kriteria logo yang baik. Apa Itu Logo? Logo adalah simbol yang terbuat dari teks dan gambar, atau perpaduan antara keduanya, yang digunakan sebagai wajah dari suatu brand. Sehingga, konsumen dapat mengidentifikasikan brand Anda dengan mudah, seperti yang disampaikan oleh Sagi Haviv, partner dan desainer di Chermayeff & Geismar & Haviv, yang dijuluki sebagai Logo Prodigy. “A logo is not communication. A logo is an identification.” Artinya, logo bukanlah sebuah media untuk berkomunikasi dengan konsumen; seperti menyampaikan visi-misi perusahaan, siapa pemiliknya, atau apa saja produk-produknya. Alih-alih berfungsi untuk merangkum berlembar-lembar esai mengenai detail perusahaan dan produknya dalam sebuah gambar kecil, logo justru berfungsi sebagai “tanda titik” yang memberikan penekanan atas isi esai tersebut. Selanjutnya, Haviv juga menambahkan bahwa logo tidak harus sepenuhnya terlihat artistik, memiliki desain yang rumit, atau langsung disukai oleh semua orang. “It’s never love at first sight. A good logo, a good trademark, gains meaning and power over time.” Artinya, sebuah logo tidak pernah bisa langsung disukai oleh semua orang. Sebuah logo akan mendapatkan kekuatan dan interpretasinya secara perlahan, sepanjang perjalanan hidup sebuah brand. Maka dari itu, yang terpenting dari sebuah logo adalah bentuknya simpel, mudah dikenali oleh konsumen, dan dapat digunakan di berbagai media. Contohnya adalah logo milik brand sepatu olahraga kenamaan Nike yang berbentuk swoosh alias centang ✓. Simbol tersebut tidak memiliki artian maupun relasi khusus dengan bentuk sepatu maupun history perusahaan. Namun, logo sederhana Nike mampu menyampaikan “tanda titik” alias “penekan” bahwa saat menggunakan sepatu tersebut, Anda dapat bergerak secepat kilat. Sesuai dengan arti kata swoosh yang dalam bahasa Indonesia berarti wuss yang merujuk pada kata sifat melaju sangat cepat. Logo sepatu Nike. Hebatnya lagi sang desainer juga mampu melihat sisi yang luas dari sebuah simbol check yang dapat beresonansi sempurna dengan tagline Nike yang berbunyi “Just Do It”. Tagline tersebut seolah mendorong seseorang untuk segera “sat-set” melakukan pekerjaanya tanpa terlalu banyak berpikir. Kemudian dikatakan logo beresonansi sempurna dengan tagline tersebut karena setelah selesai melakukan suatu pekerjaan, umumnya seseorang akan menaruh tanda centang di sebelah task-list alias daftar kerjanya. Baca juga Definisi, Unsur, & Tahapan Branding – Penjelasan Lengkap! Fungsi Logo Logo sangat penting untuk dimiliki oleh suatu bisnis karena memiliki fungsi sebagai 1. Identitas brand Sebuah logo menjadi salah satu unsur penting dalam pembangunan identitas brand. Tanpa identitas brand konsumen akan kesulitan untuk membedakan produk dari brand Anda dengan produk dari kompetitor. Ketika memiliki logo, brand Anda memiliki identitas dan wajah yang jelas di mata konsumen. 2. Memberikan First Impression Karena berfungsi sebagai wajah brand, logo juga berperan dalam membentuk first impression brand di mata konsumen. Apakah brand Anda terlihat menarik, profesional, bernilai, atau tidak. Untuk itu sangat penting bagi desainer brand untuk memahami komposisi warna dan bentuk yang baik. 3. Meningkatkan Loyalitas Konsumen Seiring berjalannya waktu, logo yang bagus dari brand berkualitas akan meningkatkan loyalitas konsumen. Sebab, yang dibeli konsumen bukan hanya produk tapi juga value dan prestige dari brand. Nilai dan prestige dari brand akan sangat terpancar dari logo yang menempel pada produknya seperti Apple, Converse, dan Nike. Jadi, ketika Anda memegang ponsel dengan logo buah apel tergigit, orang lain akan langsung dengan mudah mengidentifikasikan bahwa Anda memiliki iPhone yang dianggap ponsel bergengsi. Komponen Logo Berikut merupakan komponen yang digunakan untuk membuat sebuah logo Nama Logo – nama logo biasanya diambil dari nama brand atau singkatan nama brand. Logo Tagline – sebagian logo juga menyisipkan tagline dalam desainnya untuk meningkatkan awareness konsumen terhadap brand. Ikon Logo – ikon umumnya digunakan untuk menggambarkan karakteristik yang ingin ditonjolkan dari brand Anda. Font – font merupakan bentuk dan ukuran huruf yang memancarkan karakteristik brand. Contohnya font Granjon yang digunakan oleh brand mewah Gucci untuk menciptakan kesan elegan, berkelas, dan mewah. Warna – warna dalam logo bisa disesuaikan dengan karakteristik yang ingin dibangun oleh brand. Contohnya brand makanan cepat saji kerap menggunakan warna merah untuk memikat pelanggan yang lapar. Kriteria Logo yang Baik Seperti yang telah disinggung pada bagian sebelumnya, yang terpenting dari sebuah logo adalah bentuknya simpel, mudah dikenali oleh konsumen, dan dapat digunakan di berbagai media. Hal tersebut dirangkum dan diklasifikasikan dengan apik oleh Sagi Haviv dalam tiga label kriteria logo yang baik berikut ini 1. Appropriate Secara visual, logo harus mampu menjembatani kesan apa yang ingin dipresentasikan brand kepada konsumen. Contohnya logo dengan desain simpel dan bold untuk menunjukkan kesan kuat, berani, dan dinamis untuk brand alat olahraga. 2. Distinctive and Memorable Sebuah logo harus unik sehingga mudah dibedakan dari brand lain, terutama brand kompetitor. Selain itu, logo yang unik juga akan menaikkan brand awareness konsumen. 3. Simple Sebuah logo harus dibuat sesederhana mungkin sehingga mudah dilihat dan diidentifikasi oleh konsumen. Selain itu logo yang sederhana dapat direproduksi dalam setiap ukuran pixel, sehingga akan lebih mudah diaplikasikan ke berbagai bentuk desain dan media. Desain logo yang sederhana juga dapat dikatakan tidak mudah tergerus perkembangan zaman, sehingga tidak mudah terlihat kuno maupuan tidak relevan lagi dengan pasar. 4. Versatile Poin versatile memang tidak disinggung secara khusus dalam teori yang disampaikan Sagi Haviv, walau begitu, sangat penting bagi sebuah logo untuk bersifat versatile alias fleksibel, sehingga dapat ditampilkan dimana saja dengan bentuk dan warna yang bagus. Contohnya dari pemilihan warna yang akan digunakan. Pemilihan warna additive alias RGB untuk logo harus dihindari, sebab warna RGB hanya dapat ditampilkan secara digital. Jika dicetak, warna tersebut akan otomatis di convert ke dalam jenis warna subtractive alias CMYK. Sehingga, lebih baik logo menggunakan unsur warna subtractive alias CMYK. Sudah Siap Membuat Logo untuk Bisnis Anda? Setelah membaca ulasan di atas, Aksara Data Digital berharap Anda memiliki pengetahuan tambahan tentang apa itu logo dan bagaimana kriteria logo yang baik. Sehingga, Anda bisa memberikan logo terbaik untuk bisnis Anda. Selain pembuatan logo, Anda juga dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda dengan membuat website. Nah, agar website Anda terlihat profesional alangkah baiknya jika Anda menggunakan domain premium atau dengan ekstensi domain populer. Sampai jumpa pada artikel menarik berikutnya! Baca juga Apa Itu Ekstensi Domain? Pengertian & Daftar Fungsinya
Updategambar dihari ini kami luncurkan design mewah lambang GASMI dan Lambang Pagar Nusa dimana kedua nya kami kolaborasikan menjadi satu tempat dengan keindahan dan kemewahan design pada setiap tampilannya. yang pertama merupakan lambang GASMI (Gerakan aksi silat muslimin indonesia) dengan dikawal dua ekor garuda yang merupakan ikon bangsa indonesia Kemudian design gambar kedua Lambang Pencak Silat Pagar Nusa yang mana design kali ini menampilkan lambang kebesaran pagar nusa lebih dinamis
Logo Pengertian Logo – Sejarah, Ciri, Manfaat, Tujuan, Jenis & Prinsip – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Logo yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, aspek, fungsi dan jenis, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini. Dalam perkembangannya, logo mengalami deformasi bentuk mulai dari bentuk-bentuk logo yang rumit hingga menjadi sebuah bentuk yang sederhana dan mudah diingat. Pelbagai pilihan elemen-pun ikut bertambah, mulai dari penggunaan inisial, nama perusahaan, monogram maupun pictogram. Seiring dengan perkembangan dunia periklanan, peran logo menjadi amat penting terutama dalam pembuatan strategi branding sebuah produk. Fungsi identitas merupakan ukuran sebuah logotype, dengan hanya melihat logo seseorang akan ingat, tertarik, lalu membeli. Dari fungsi ini, logo kemudian menjadi ukuran sebuah citra, baik citra sebuah produk, perusahaan maupun organisasi. Sejarah Logo Berasal dari kata logo, type Merriam-Webster Dictionary, merupakan sebuah huruf atau sebuah plat yang dicetakkan yang memiliki makna, yang biasa dipergunakan sebagai nama surat kabar atau lambang 1816. Beberapa penemuan dan teknologi telah membantu mewujudkan era logo seperti sekarang ini, misalnya penemuan cincin silinder, koin, penyebaran kebudayaan gambar sebagai salah satu media komunikasi, teknologi cetak digital digital printing. Di abad 18 dan 19, ketika terjadi revolusi industri besar-besaran di inggris dan beberapa negara eropa serta amerika, dunia photografi dan lithografi berkembang sangat pesat. Hal ini karena kebutuhan di bidang advertising iklan merupakan kesatuan dari gambar dan teks pada media iklan. Dari sinilah kemudian typography ikut mengalami revolusi dari segi bentuk dan ekspesi. Mulailah dikenal huruf serif, ornament huruf dalam poster-poster iklan. Seni gambar ini kemudian meluas, dari awalnya hanya sebagai bentuk ekspresi dan dekorasi dari nilai-nilai keindahan, menjadi berbagai macam merk dan produk yang dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah. Mulai bermunculan badan usaha yang bergerak di bidang digital printing. Pada tahun 1890 di amerika telah berdiri 700 perusahaan lithografi printing. Pada tahun 1876 muncul logo pertama yang dijadikan brand/trade mark yaitu logo The Bass red Triangel. Dunia perlogoan kemuadian terus berkembang seiring berkembangnya industri dan perdagangan. Logo menjadi hal yang tidak terpisahkan dari entitas industri. Bahkan logo dianggap hal yang signifikan dalam menentukan kesuksesan entitas industri. Logo adalah simbol dari suatu organisasi kelompok dan bisa juga perorangan yang mencerminkan makna atau pesan yang ingin disampaikan dari kelompok atau organisasi tersebut. Logo ialah identitas, Logo yang baik akan mencerminkan kesan yang baik juga terhadap pemiliknya. Maka dari itu dalam pembuatannya tidak boleh asal-asalan. Apa Itu Logo ? Logo merupakan suatu bentuk gambar atau sekedar sketsa dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, perkumpulan, produk, negara, dan hal-hal lainnya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya. Baca Juga Intuisi Adalah Aspek-Aspek Logo Dalam pembuatan logo yang baik sebaiknya memperhatikan aspek-aspek berikut Sederhana Logo yang sederhana itu baik tidak banyak variasi dan pesan dalam logo mudah dicerna. Namun meskipun sederhana logo haruslah berbeda dengan yang lainnya, sehingga logo tidak terkesan membosankan. Misalnya kalian membuat logo yang hanya berbentuk bulat. Betul itu sangat sederhana, namun tidak ada daya tarik dan sangat membosankan, justru itu ambigu untuk dikategorikan sebagai sebuah logo karena sangat umum. Mudah Diingat Dan Dimengerti Logo yang baik itu logo yang dapat mencerminkan pesan atau identitas dari sebuah perusahaan atau organisasi tertentu dalam sekali lihat. Tahan Lama Logo yang tidak termakan tren itu lebih baik, walau dalam jangka waktu yang lama pun tidak terkesan kuno, sehingga tidak usah repot-repot mendesain ulang atau merevisi logo tersebut. Enak Di Pandang Logo yang tidak rapi dan acak-acakan akan dilawatkan, itu juga menjadi kesan bahwa organisasi atau perusahaan pemiliknya tidak profesional. Sesuai Fungsi Sebuah logo harus melambangkan fungsi, makna dan produk dari pemiliknya sehingga orang yang melihat tidak salah mengerti. Contoh logo restoran bergambar handphone. Orang akan mengira itu ialah toko handphone bukan restoran, tapi bilamana ditambah tagline “keterangan” yang mendukung seperti makanan kalian bisa dipakai SMS-an itu mungkin akan dimengerti dan malah menjadi unik. Tepat Yang dimaksud tepat disini mengenai pemilihan berbagai elemen dalam logo, seperti warna, font, maskot dll. Sebagai contoh bilamana suatu bandara menggunakan logo bergambar api atau plus + rumah sakit dan logo rumah sakit berwarna dasar hitam. Unik Dan Menarik Logo yang unik dan menarik akan membuat orang yang melihat tertarik, juga akan menjadi ciri khas dari suatu organisasi atau perusahaan tertentu. Fungsi Logo Menurut John Murphy dan Michael Rowe “seperti dikutip Perdana, 2007, h. 13” satu fungsi utama dari logo ialah untuk mengidentifikasi produk, jasa atau perusahaan. Logo bukan hanya sekedar nama tetapi juga Mengidentifikasi suatu perusahaan. Membedakan dari produk atau organisasi yang lain. Mengkomunikasikan informasi seperti keaslian, nilai dan kualitas. Menambah nilai. Mempresentasikan aset yang berharga. Properti legal suatu produk atau organisasi. Baca Juga Kontroversi Adalah Jenis & Tipe Logo Pada masa awal perkembangannya, pembagian jenis logo tidaklah serumit sekarang. Mula-mula logo hanya berupa bentuk yang tak terucapkan seperti gambar, yang dibuat oleh perajin untuk lambang kerajaan. Seiring dengan berkembangnya jaman, logo tidak hanya digunakan untuk kepentingan kerajaan saja, melainkan untuk memberi tanda pada barang-barang yang dijual di pasar. Pembagian jenis logo secara sederhana terbagi atas dua bagian yaitu Word Marks atau Brand Name yaitu logo yang tersusun dari bentuk terucapkan, serta Device Marks atau Brand Mark yang tersusun dari bentuk tak terucapkan. Bisa pula logo terdiri atas keduanya, yang merupakan kombinasi dari brand name dan brand mark. Sebagai contoh untuk brandname adalah logo Sony yang hanya tersusun dari kata sony, dan Shell logo untuk brand mark yang tersusun dari gambar kerang. Sedangkan paduan keduanya adalah seperti logo rokok Djarum, yang terdiri dari tulisan Djarum dan gambar jarum. Kemudian dengan semakin bertambahnya jumlah produk di pasar, serta semakin kompleknya karakteristik pasar muncul berbagai jenis logo, yang pada dasarnya merupakan paduan dari dua jenis logo diatas. Berikut kami sajikan beberapa jenis logo, yang penggolongannya berdasarkan pendapat John Murphy dan Michael Rowe * Name – Only Logo Adalah logo yang diambil dari sebuah nama, dengan menggunakan gaya grafis khusus. Logo jenis ini memberi ketegasan dan pesan langsung kepada konsumen. Contoh logo jenis ini seperti pada produk sandang karya perancang ternama Yves Saint Laurent, produk elektronik Sony, Toshiba, Panasonic, produk kamera Nikon, Leica, Yashica, peralatan fotokopi Xerox, dan lain-lain. Name/Symbol Logo Yaitu logo yang terdiri dari nama perusahaan atau produk dengan gaya tipografis yang berkarakter kuat, tersusun atas bentuk-bentuk grafis seperti oval, lingkaran atau kotak. Sebagai contoh adalah logo Ford, Du Pont, Hertz dan banyak lagi. Kelebihan jenis logo ini adalah pada bentuknya yang ringkas dan fleksibel karena jenis logo seperti ini mampu berdiri sendiri. Initial Letter Logo Yaitu logo yang menggunakan huruf awal inisial dari nama produk atau perusahaan dan menjadikannya sebagai elemen utama dari logo tersebut. Logo jenis ini terkadang menunjukkan gabungan nama pemilik perusahaan seperti logo produsen hardware komputer Hewlett-Packard. Selain contoh diatas banyak contoh lain seperti logo Bank BCA, IBM, RCTI, dan lainnya. Baca Juga Sarana dan Prasarana adalah Pictorial Name Logo Adalah logo yang menggunakan nama produk atau organisasi sebagai komponen penting dari gaya logo, yang secara keseluruhan logo ini memiliki gaya yang sangat khusus. Perusahaan yang menggunakan logo jenis ini, biasanya adalah perusahaan yang sudah terkenal, seperti Coca Cola, Kodak, McDonald, Rolls Royce dan lain sebagainya. Karena kuatnya image perusahaan/produk yang memakai logo ini, maka bila terjadi peniruan logo tersebut oleh produk atau perusahaan lain maka citra yang dihasilkannya tetap mengarah pada produk atau perusahaan yang ditiru. Associative Logo Yaitu logo yang berdiri bebas yang biasanya tidak memuat nama produk atau perusahaan, tetapi memiliki asosiasi langsung dengan nama, produk atau wilayah aktifitasnya. Sebagai contoh logo perusahaan pembuat pesawat terbang Aerospatiale, logonya terdiri dari kalimat Aerospatiale yang membentuk bola planet yang dengan jelas memperlihatkan jangkauan aktifitasnya yakni penerbangan, logo perusahaan minyak Shell yang menunjukkan gambar kerang sebagai asosiasi dari fosil penghasil minyak, kemudian logo 20th Century Fox, yang menggambarkan gemerlap dan megahnya dunia perfilman dan masih banyak lagi. Jenis logo seperti ini mempunyai daya tarik kuat dan mudah untuk dipahami. Allusive Logo merupakan logo yang bersifat kiasan, seperti logo Mercedes Benz yang terdiri dari bentuk bintang segitiga yang merupakan representasi dari sistem kemudi mobil, bentuk A pada perusahaan penerbangan Alitalia yang dideformasikan dari bentuk ekor pesawat yang berfungsi sebagai penyeimbang. Logo jenis ini memiliki hubungan yang tidak langsung antara nama dengan logonya sehingga logo jenis ini sulit untuk dipahami, dan memerlukan waktu lebih agar seseorang bisa memahami apa maksud dari logo yang bersangkutan. Abstract Logo merupakan logo yang dapat menimbulkan beraneka kesan, yang dipengaruhi oleh daya pemahaman konsumen. Ini terjadi karena bentuk visual logo ini sangat abstrak. Diantaranya mengambil suatu bentuk struktural yang dikreasikan dengan efek optis yang bervariasi. Sebagai contoh adalah logo Citroen. Logo jenis ini sangat disukai di Amerika, karena logo jenis ini mampu dibuat dengan bermacam variasi dan sangat orisinil sehingga terjadinya kemiripan sebuah logo dengan logo yang lainnya akibat dari banyaknya produk dan perusahaan yang tumbuh di Amerika bisa dihindari. Baca Juga “Koran” Pengertian & Tujuan – Fungsi – Manfaat – Jenis – Syarat – Contoh Bentuk logo abstrak yang ada di Indonesia adalah seperti logo Bakrie Brothers. Abstract logo pertama kali digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar Jepang, yang kemudian perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kesuksesan di negara barat, sehingga menjadi ide baru bagi perkembangan logo di dunia barat. Logo jenis ini sekarang menjadi standar disain logo kontemporer. Kelemahan dari jenis logo ini adalah bentuknya yang abstrak, sehingga sukar dipahami oleh konsumen serta tidak memiliki pengertian yang benar-benar tepat seperti apa yang diinginkan. Mengapa Perusahaan Membutuhkan Logo Berikut ini empat alasan kenapa perusahaan perlu memiliki Logo Representasi dari visi dan misi usaha Sebuah Logo akan bercerita tentang nilai-nilai usaha, dan akan mengambarkan apa yang akan disediakan atau disajikan oleh usaha tersebut. Memberikan image yang konsisten untuk identitas usaha Usaha akan lebih mudah dikenali dengan Logo yang unik dan berbeda dari usaha sejenis. Secara konsisten, gunakan Logo pada setiap aspek usaha, dari mulai kartu nama, kop surat, website, blog, email, kemasan, seragam, kendaraan operasional, kantor, dll. Memudahkan konsumen dan calon konsumen mengenali usaha Dengan menempatkan Logo di setiap aspek usaha, maka akan memudahkan konsumen untuk mengenali usaha kita. Hal ini akan memudahkan kita untuk menjalin hubungan dengan konsumen dan menggaet konsumen baru. Logo adalah bagian dari branding Branding adalah kumpulan image usaha. Sebuah Brand yang bagus hendaknya dimulai dengan Logo yang bagus. Dengan branding yang tepat, usaha bisa menemukan tempatnya di hati konsumen. Setelah kita membahas pentingnya logo bagi sebuah perusahaan atau Organisasi ada baiknya kita juga mengetahui kriteria-kriteria Logo yang efektif. Logo yang efektif adalah logo yang mudah di ingat dan mampu mengekspresikan spirit perusahaan atau organisasi . Mungkin banyak logo yang begitu mengesan yang selalu kita ingat misalnya saja logo Cocacola, nike , adidas, google dll. Logo-logo yang saya sebutkan di atas begitu berkesan bagi masyarakat di suluruh dunia. Baca Juga “Buletin” Pengertian & Fungsi – Tujuan – Ciri Seorang desainer terkemuka , John Williams, mengatakan “jika anda melihat logo selama kurang dari 10 detik kemudian anda tidak mampu mengingat dan menggambarkan logo tersebut maka kemungkinan besar logo tersebut terlalu rumit untuk di ingat”. Sebuah logo yang baik adalah logo yang memiliki ciri khas, tepat, praktis, sederhana dan dapat menyampaikan pesan yang dimaksudkan. Dalam merancang logo yang efektif, sebaiknya kita tidak melupakan beberapa prinsip perancangan. sebagai berikut Sederhana Simple Prinsip Kesederhaan begitu penting dalam mendesign sebuah Logo. Berikut ini alasan Mengapa logo yang sederhana atau simple sangat penting? Logo yang Sederhana itu Mudah di ingat, Ditengah kepungan lautan merek yang setiap hari tertangkap mata, maka mengingat salah satunya akan menjadi hal yang sangat sulit. Pada dasarnya, otak manusia menangkap suatu elemen visual dalam bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran, segitiga, segi empat, dsb. Kemudian berlanjut kepada menangkap tampilan-tampilan yang lebih detail dan rumit. Oleh karena itu, semakin sederhana bentuknya, maka akan semakin berpeluang sebuah logo membekas di benak audiens. Logo yang Sederhana itu Kekal Timeless, Sebuah logo yang sederhana tidak akan mudah termakan waktu dan perkembangan trend. Sederhana tidak berarti membuat jenuh. Malah sebaliknya, kesederhanaan akan memperkuat karakter dari sebuah merek. Kesederhanaan bersifat pasti, jelas, dan tanpa embel-embel yang membingungkan. Logo yang Sederhana itu Konsisten, Sebuah logo bisa saja dikatakan baik dengan melihat visualnya saja. Tapi untuk melihatnya berhasil dan bekerja efektif, perlu adanya penerapan secara konsisten dalam setiap media promosi yang digunakan. Hal ini akan sulit dilakukan jika logo terlalu rumit. Kesederhanaan bentuk akan membuat konsistensi logo terjaga, bahkan ketika diukir di atas aspal sekalipun. Logo yang Sederhana itu Efisien, Basa-basi dalam bentuk apapun selalu saja berhasil membuang-buang waktu, termasuk dalam desain logo. Berikan apa yang dibutuhkan audiens secara langsung, jangan buat mereka berfikir dan menerka-nerka. Logo yang sederhana akan sangat efisien menciptakan komunikasi langsung, jelas, dan tidak membuang-buang waktu. Itulah sebabnya, di kalangan designer, termasuk designer logo, dikenal prinsip KISS – Keep It Simple, Stupid Serbaguna Versatile Logo yang baik haruslah dapa diaplikasikan dalam berbagai macam media. Biasanya logo dibuat dalam format vektor bukan bitmap dengan tujuan agar logo tersebut dapat disesuaikan ke dalam berbagai ukuran. Untuk melakukan pengecekan terhadap logo yang kita buat, kita bisa menanyakan beberapa hal ini ke diri kita masing-masing dicetak di atas permukaan terang maupun gelap? tetap terlihat menonjol meski berwarna hitam-putih atau tidak berwarna? dicetak di atas medium lain selain kertas, misalnya di atas kain, disematkan pada design topi, dsb? dicetak dengan ukuran yang sangat kecil, seperti perangko? sebaliknya, dicetak dengan ukuran yang sangat besar, seperti billboad? Baca Juga “Brosur” Pengertian & Fungsi – Ciri – Contoh Cara untuk mendapatkan logo yang serbaguna adalah membuat desain logo tersebut dengan warna hitam-putih saja. Hal ini akan membuat kita memusatkan perhatian hanya pada bentuk dan konsepnya saja, bukan bertumpu pada pengolahan warna. Selain itu, karena logo akan digunakan untuk jangka waktu yang sangat lama, perhatikan juga biaya cetak, karena jika design logo terlalu kompleks, biasanya akan membutuhkan biaya cetak yang lebih tinggi. Sesuai Appropiate Prinsip terakhir dalam merancang logo adalah kesesuaian logo dengan tema yang dikerjakan. Ya, dengan kata lain yang dimaksud disini adalah kesesuaian karakter atau citra antara visual logo dengan konsep perusahaan. Ada pula sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa sebuah logo perusahaan tidak harus selalu memiliki visual produk yang mereka jual. Sebagai contoh perusahaan mobil tidak harus memvisualkan gambar mobil, perusahaan komputer tidak harus memunculkan gambar komputernya, atau Harley Davidson tidak menampakkan motor pada logonya, Nokia tidak memunculkan gambar telepon selular pada logonya, perusahaan Apple Inc tidak memasang gambar komputer juga pada logonya. Untuk menambah pengatahuan kita tentang logo ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis logo, supaya kita dapat membedakan antara logo satu dengan lainnya. Pada dasarnya, jenis logo secara umum dikelompokkan kedalam tiga katagori Iconic/symbolic Icon logo adalah logo yang berdiri pada sebuah icon khusus. Sebagai contoh, logo Apple, Nike, MSN dan masih banyak lagi yang lainnya. Ikon logo sangat efektif jika logo lebih ditujukan untuk menanamkan brand karena sifatnya yang memorable mudah diingat dan simple. Logotype/wordmark Logo dalam jenis ini adalah logo yang berupa teks/typo, yaitu kumpulan huruf yang biasanya berupa nama atau inisial perusahaan terkait. contoh dari logo jenis ini dapat ditemukan pada logo Walt Disney, CNN, Fedex, dll. combination mark Logo jenis ini adalah kombinasi dari kedua jenis logo diatas, yaitu berupa perpaduan antara teks dan ikon. Jenis logo seperti ini adalah yang paling mungkin untuk memuat informasi lebih banyak, namun sangat riskan, mengingat ada lebih banyak item yang harus diletakkan sehingga ditakutkan akan tidak mudah untuk diingat. Baca Juga “Poster” Pengertian & Tujuan – Ciri – Syarat – Jenis – Cara Membuat Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Logo – Sejarah, Ciri, Manfaat, Tujuan, Jenis & Prinsip semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
51 Gambar Disamping Merupakan Jaring-jaring Dari Bangun Ruang, Koleksi Cemerlang!
Kamu pasti tidak asing dengan logo dan lambang. Ternyata, logo dan lambang memiliki perbedaan cukup signifikan. Meskipun memang keduanya memiliki definisi yang sama, namun untuk fungsi, bentuk, dan ciri-cirinya berbeda. Bagi Anda yang penasaran dengan perbedaannya, silahkan Anda simak ulasan lengkapnya berikut ini! 4 Perbedaan Logo, Simbol, dan Lambang1. Pengertian2. Fungsi3. Bentuk4. CiriSudah Paham Perbedaan Logo dan Lambang? 4 Perbedaan Logo, Simbol, dan Lambang Menurut KBBI, kata logo memiliki tiga pengertian dasar. Nah, dari pengertian ini, Anda bisa mendapatkan beda dari logo dan lambang. Berikut ini adalah beberapa perbedaan simbol, lambang, dan logo yang perlu Anda ketahui 1. Pengertian Perbedaan logo dan lambang yang pertama adalah dari pengertiannya. Simbol atau lambang merupakan sebuah gambar yang disederhanakan serta mengandung asosiasi terhadap suatu objek yang tidak harus saling berhubungan secara langsung. Menurut KBBI, lambang juga memiliki tiga pengertian dasar. Namun, yang mendekati adalah sesuatu yang tampak seperti tanda, baik berupa lukisan, lencana yang menunjukkan sesuatu atau memiliki maksud tertentu. Logo merupakan kependekan dari logotype. Kata ini diadaptasi dari bahasa Yunani, logos yang artinya adalah kata dan typos artinya kesan. Selain itu, logo juga merupakan huruf atau lambang yang memiliki arti. Logo terdiri dari satu kata atau bahkan lebih yang melambangkan suatu instansi, brand, event, maupun perusahaan. Jadi, filosofi logo yang utama adalah sebagai pengertian dasar, sementara lambang secara sederhana bisa Anda sebut juga dengan simbol. Selain itu, bisa juga Anda menyimpulkan bahwa logo masuk ke dalam bagian dari sebuah lambang. 2. Fungsi Perbedaan logo dan lambang selanjutnya adalah fungsinya. Perlu Anda ketahui, bahwa simbol bersifat operator dan memiliki nilai fungsional. Kata-kata pun sering digunakan sebagai simbol. Sehingga, jika Anda melihat simbol, akan dengan mudah memahami konteksnya. Bahkan, Anda bisa memahami suatu konsep, tanpa perlu melihat secara langsung dan mengalaminya. Jadi, lambang atau simbol ini pada umumnya mewakili suatu gagasan atau maksud tertentu. Kemudian, lambang atau simbol juga memiliki fungsi yang lebih menekankan dan memperjelas arti atau maksud dari istilah yang termasuk bagian dari lambang itu sendiri. Sementara untuk fungsi dari logo sendiri adalah untuk menimbulkan kesan, mengenalkan merek atau brand. Logo lebih menunjukkan identitas dari sebuah instansi atau perusahaan dengan tujuan untuk membedakannya dari instansi lain. Hal ini yang sering disebut bagian dari personal branding. Logo sudah ada ribuan tahun dan digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi Kuno. Penggunaan logo sebagai nama atau kata penanda bertujuan agar mudah dikenali. Bahkan, hal ini terus berkembang hingga menyentuh aspek bisnis dan politik untuk kepentingan lokal maupun internasional. Logo sendiri berkesan mewakili suatu badan, industri maupun perusahaan. 3. Bentuk Perbedaan logo dan simbol selanjutnya bisa Anda lihat dari bentuknya. Menurut bentuknya, logo terbagi menjadi 3 macam bentuk, yakni bentuk tulisan atau teks, bentuk gambar, dan gabungan antara tulisan maupun gambar. Sementara lambang memiliki bentuk yang lebih universal, karena kesatuan dari beberapa istilah tanda yang ada. Jadi, baik perbedaan logo dan lambang ini sendiri berfungsi sebagai tanda dari sebuah produk, perusahaan, maupun merek dengan fokus tujuan yang berbeda-beda. Dalam dunia desain grafis khususnya, Anda akan sering menemui istilah-istilah tersebut. Jadi, agar Anda bisa membuat atau menciptakan logo dan lambang, maka Anda harus paham apa yang menjadi perbedaan dari keduanya, baik dari tujuannya, cirinya, maupun fungsinya. 4. Ciri Beda antara logo dan lambang yang terakhir bisa Anda lihat dari ciri ciri logo. Perlu Anda ketahui, bahwa pengertian dari simbol atau lambang ini adalah sesuatu yang sama. Keduanya merupakan tanda antara sesuatu yang menandai dan sesuatu yang ditandai tidak memiliki kaitan. Namun, karena telah ada kesepakatan yang menyatakan bahwa tanda mewakili suatu objek, maka keduanya bisa saling berkaitan. Misalnya adalah lambang Burung Garuda yang mewakili Negara Indonesia. Sebenarnya, Burung Garuda tidak memiliki hubungan dengan Negara Indonesia. Namun, karena para pendahulu sudah sepakat bahwa Burung Garuda ini mewakili Negara Indonesia, maka sekarang Anda bisa memahami bahwa Burung Garuda menandai Negara Indonesia. Nah, ciri dari simbol sendiri adalah adanya kesepakatan sebelumnya, sehingga simbol tidak bisa langsung dipahami oleh pikiran. Kecuali orang tersebut sudah mengetahui kesepakatan sebelumnya. Jadi, orang yang tidak mengetahui kesepakatan tersebut, tidak akan memahami makna dari simbol tersebut. Sudah Paham Perbedaan Logo dan Lambang? Inilah 4 perbedaan logo dan lambang yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui perbedaan dari keduanya, maka Anda pun tidak akan bingung lagi ketika akan menggunakannya. Semoga dengan penjelasan ini bisa membantu Anda dalam mengidentifikasi, apakah tanda sekedar simbol atau lambang saja? Atau justru tanda ini merupakan sebuah perwakilan dari produk, merek atau perusahaan.
LogoASEAN membawa sebuah arti ASEAN dimana yang stabil, aman, bersatu serta dinamik. Warna logo tersebut ada 4, yaitu : biru, merah, putih serta kuning. Warna tersebut ialah warna utama lambang negara - negara ASEAN, dimana warna biru melambangkan keamanan serta kestabilan, warna merah artinya semangat dan dinamisme, warna putih menunjukkan ketulenan serta warna kuning melambangkan kemakmuran.
Daftar Isi1. Tujuan Pembuatan Logo2. Alasan Desain Logo Penting untuk Meyakinkan Pelanggan3. Cara Bikin Logo Online yang Cocok untuk Bisnis4. Tips Memilih Warna Logo5. Supaya Hemat, Begini Cara Membuat Logo Sendiri6. Begini Cara Cepat Membuat Logo Di HP7. Cara Membuat Logo Watermark untuk Online Seller8. Cara Membuat Logo 3D Di PixelLab9. Hanya 5 Menit. Begini Cara Membuat Logo Di Canva10. Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Desain Logo Makanan Sobat Shipper, ada beberapa hal yang kamu harus ingat. Logo bukanlah merek. Merek adalah pengalaman dan persepsi orang tentang sebuah bisnis. Branding adalah strategi yang dilakukan untuk membangun merek. Dan identitas merek adalah ekspresi nyata dari sebuah merek. Jadi, apa itu logo? Dan apa tujuan pembuatan logo? Kamu bisa cari tahu jawabannya di artikel ini! Sebuah logo mungkin merupakan interaksi pertama yang seorang pelanggan alami dengan sebuah bisnis. Hal ini menjadi sebuah kesempatan untuk membuat kesan pertama yang kuat untuk mengekspresikan tujuan bisnis tersebut secara visual. 1. Apa itu logo? Logo adalah simbol yang membantu kita untuk mengidentifikasi sebuah merek yang terdiri dari teks dan/atau gambar. Logo yang baik adalah landasan sebuah merek. Sederhananya, logo adalah sebuah visual yang digunakan oleh perusahaan, organisasi, kelompok, atau individu untuk menyatakan identitas mereka. Hal ini akan membantu masyarakat umum untuk memahami apa yang mereka lakukan, siapa mereka, dan nilai apa yang mereka hargai. Ini adalah tanggung jawab yang besar untuk sebuah lambang kecil. Mendesain sebuah logo berarti menciptakan simbol yang merepresentasikan sebuah bisnis sepenuhnya. Umumnya, logo terdiri dari simbol atau brand mark dan logotype, dan bisa juga disertai dengan tagline. Logo sangat penting dalam proses branding. Kualitas sebuah logo dapat mempengaruhi penjualan sebuah bisnis. Oleh karena itu, sebuah logo harus terlihat positif. Logo yang baik adalah logo yang dapat diingat dengan mudah dan cepat oleh pelanggan dan membedakan suatu merek dari merek lain. Sebuah bisnis dapat menggunakan logo untuk mengomunikasikan kepemilikan, kualitas, dan nilai merek mereka. Umumnya, logo digunakan pada produk, kartu nama, website, media sosial, email resmi dan masih banyak lagi. 2. Apa tujuan pembuatan logo? Kalau Sobat Shipper berpikir bahwa kualitas logo bukanlah hal yang penting untuk pertumbuhan dan popularitas sebuah merek, maka inilah saatnya untuk mengubah pemikiran tersebut. Memang benar bahwa konsumen berfokus pada kualitas produk, tapi logo adalah hal pertama yang akan menangkap perhatian calon pelanggan. Kalau logo sebuah bisnis sulit untuk diingat diingat dan mirip dengan merek lain, penjualan bisnis tersebut bisa menurun drastis walaupun sudah menawarkan produk yang berkualitas. Oleh karena itu, logo yang baik perlu menjadi titik awal sebuah bisnis. Pentingnya fungsi logo untuk sebuah bisnis bisa Sobat Shipper lihat pada poin-poin berikut; a. Logo membuat bisnis menonjol dari kompetitor Tujuan logo yang paling mendasar adalah memberi sebuah bisnis keunikan yang bisa membedakan diri mereka dari bisnis lain. Poin ini sangat penting kalau bisnis tersebut memiliki persaingan yang cukup ketat. Sebelum sebuah bisnis mendesain logo, sebuah bisnis harus melakukan penelitian pasar untuk mengetahui seperti apa kompetitor mereka dan bagaimana posisi mereka, sehingga bisnis tersebut bisa memposisikan diri di pangsa pasar yang mereka ingin kuasai. Walaupun begitu, sebuah logo yang menonjol karena terlalu aneh juga bisa menjadi masalah bagi bisnis tersebut. b. Logo mengidentifikasi informasi penting tentang sebuah bisnis Sebuah logo yang baik memberitahu pelanggan mengenai beberapa informasi penting tentang sebuah bisnis hanya dengan melihat. Logo bisa mengkomunikasikan industri di mana bisnis tersebut bergerak, layanan yang mereka berikan, demografi target, dan nilai yang mereka anut. Misalnya, sebuah bisnis mungkin menggunakan gambar sirkuit pada logo mereka untuk menunjukkan bahwa mereka bergerak di industri IT. Atau mereka mungkin menggunakan warna hijau untuk mengkomunikasikan bahwa mereka berkomitmen untuk menjadi ramah lingkungan. Atau mereka mungkin menggunakan font tertentu untuk menonjolkan kemewahan brand mereka. c. Logo membangun pengenalan merek Logo harus bisa meninggalkan dampak visual yang mengingatkan masyarakat luas bahwa suatu bisnis ada dan nyata. Dengan kata lain, logo dapat menciptakan visual yang berhubungan kuat dengan bisnis tersebut. Hubungan ini membantu para pelanggan untuk mengingat merek mereka. Merek terkenal seperti Nike atau McDonalds yang memiliki logo ada di mana-mana bisa langsung dikenali walaupun tidak menggunakan nama brand. d. Logo meningkatkan loyalitas merek Ketika sebuah bisnis menawarkan produk yang berkualitas kepada pelanggan, pelanggan tersebut tentu akan terbujuk untuk melakukan transaksi kembali. Dan, dengan bantuan logo keren, bisnis tersebut akan membangun daftar pelanggan setia. Hal ini akan membantu bisnis tersebut untuk mengembangkan operasi mereka. 3. Bagaimana cara membuat logo keren? Nah, setelah membaca penjelasan di atas, apakah Sobat Shipper tertarik untuk mendesain logo untuk bisnis sendiri? Simak beberapa tips dari Shipper berikut ini. a. Sederhana Sebuah logo harus bisa diinterpretasikan dengan mudah supaya cepat terkoneksi dengan audiens mereka. Membuat sebuah logo yang sederhana adalah hal yang penting dengan tujuan logo tersebut bisa diimplementasikan dengan mudah di berbagai platform dalam ukuran apa pun. b. Trademark Tidak seperti perusahaan besar, sebagian besar bisnis kecil tidak memiliki trademark selama mereka berdiri. Umumnya, hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki anggaran untuk mendaftarkan hak cipta atau anggaran pemasaran yang besar untuk mempromosikan merek mereka. Jadi, sebagai alternatif yang jauh lebih murah, logo perlu mengkomunikasikan dengan jelas siapa dan apa yang bisnis tersebut pada pelanggan dalam sekejap. c. Komponen Dari konsep hingga peluncuran, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat mendesain sebuah logo. Namun, yang terpenting menurut Shipper adalah tiga hal berikut, tipografi yang bagus, warna yang sederhana, dan elemen visual yang kuat. 4. Apa yang membedakan logo dari merek? Satu hal umum yang mungkin membingungkan untuk Sobat Shipper adalah memahami perbedaan antara logo dan merek. Walaupun terlihat rumit, perbedaan kedua hal ini cukup sederhana, yaitu merek adalah kumpulan persepsi yang dimiliki oleh masyarakat tentang sebuah bisnis. Dengan kata lain, merek adalah gambaran besar yang diciptakan oleh bisnis tersebut untuk masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan banyak strategi, seperti iklan, promosi, customer service, dan tentunya logo. Jadi, logo sebenarnya adalah bagian dari merek sebuah bisnis dan bukan sebaliknya. Misalnya, logo Apple yang ikonik dan mudah dikenali bukanlah satu-satunya hal yang menciptakan identitas merek mereka yang elegan, mudah digunakan, dan ramah pelanggan. Kualitas tersebut diekspresikan melalui pilihan desain mereka dalam iklan, website dan tata letak toko. Logo tersebut hanya merepresentasikan asosiasi visual hal-hal tersebut. Pada intinya, sebuah logo adalah salah satu properti berharga sebuah bisnis yang memiliki peran integral sebagai bagian dari identitas merek mereka. Apa Sobat Shipper sudah siap untuk mendesain logo yang merepresentasikan online shop-mu? Setelah memahami apa tujuan pembuatan logo, jangan lupa untuk selalu meningkatkan pelayanan terhadap pelayanan konsumen. Gunakan jasa Shipper untuk menjaga kepercayaan pelanggan dalam pengiriman barang. Apa saja layanan yang Shipper punya? Yuk, kunjungi
rCigVG. 6y5q6s45u0.pages.dev/4476y5q6s45u0.pages.dev/9546y5q6s45u0.pages.dev/5156y5q6s45u0.pages.dev/6276y5q6s45u0.pages.dev/4446y5q6s45u0.pages.dev/4306y5q6s45u0.pages.dev/4336y5q6s45u0.pages.dev/8
gambar disamping merupakan logo