Adabanyak orang masih percaya sampai sekarang bahwa Allah menciptakan manusia karena Ia kesepian dan Ia membutuhkan persekutuan dengan orang lain, maka diciptakanNyalah manusia. Hal ini sulit kita terima karena sebagai orang Kristen kita tahu bahwa di dalam ketiga oknum Allah Tritunggal ada persekutuan yang sempurna.
TIDAKLAH Allah menciptakan segala sesuatunya itu sia-sia melainkan pasti ada hikmahnya. Termasuk dalam penciptaan setan. Banyak di antara kita yang berpikir, mengapa Allah harus menciptakan setan? Ternyata inilah alasan di balik penciptaan setan. 1 Tidak Ada Ciptaan Allah yang Buruk Tidak ada satu pun ciptaan Allah di dunia ini yang buruk. Termasuk setan. Setan Pada awalnya setan adalah ciptaan Allah yang indah sama seperti ciptaan lainnya. Ia rajin beribadah selama ribuan tahun, akan tetapi setelah terciptanya Adam, ia tampak sombong dan berpaling. Karena itulah ia pun menjadi makhluk terkutuk karena perbuatannya bukan asal penciptaannya. Sesuai dengan sabda Imam Ali As “Setan selama enam ribu tahun telah beribadah kepada Allah Swt dan tidak diketahui apakah dengan hitungan tahun dunia ataukah tahun akhirat sehari akhirat sama dengan seribu tahun dunia”. 2 Allah Menciptakan Jin dan Manusia untuk Beribadah Penciptaan manusia dan jin bertujuan untuk selalu beribadah dan taat kepada Allah Ta’ala. Ini sesuai dengan firman Allah, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,” Adz-Dzariyat 56. Dalam proses melaksanakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, di saat itulah setan beraksi untuk menggodanya. Manusia dan seluruh makhluk yang diberi kemampuan untuk taat dan kemampuan untuk berbuat maksiat terhadap Allah SWT. Di sinilah setan dan iblis mulai beraksi dengan mengajak manusia mengerjakan suatu hal yan dilarang agama. 3 Setan Diberi Kemampuan Mengajak Alasan ketiga di balik penciptaan setan adalah untuk mengajak manusia berbuat kemaksiatan. Setelah setan melanggar perintah Allah karena rasa irinya kepada Nabi Adam. Maka Allah memberinya kemampuan untuk mengajak manusia bukan memaksanya. Mereka yang tertipu dengan rayuan setan, maka akan ikut bersamanya. Akan tetapi, Allah telah menurunkan para nabi untuk memberikan fitrah kepada manusia agar mencari kebenaran dan memberi akal sehat untuk ingat bahwa setan adalah musuh manusia. Adanya setan sebagai penggoda merupakan keniscayaan yang diakibatkan oleh kehendak Allah SWT dalam menguji manusia. Sekarang tergantung kepada individunya itu sendiri, mau ikut ajaran Nabi dan Rasul atau malah justru terjerumus dengan bujuk rayu setan. Dengan adanya setan tersebut, maka manusia akan lebih berjuang dalam menghadapi musuh Allah dan musuh manusia tersebut. Sehingga ia akan meraih kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah SWT. Dengan adanya setan, maka akan membuat manusia semakin bergantung kepada Allah dengan memanjatkan permohonan perlindungan kepada-Nya sehingga akan memperoleh pahala dari Allah. Keberadaan setan akan membuat manusia yang beriman menjadi takut untuk berbuat dosa dan mendapat murka dari Allah. []
Sepanjangsejarah, ada agama-agama yang runtuh dan ada agama-agama baru yang muncul. Bagaimana dengan nasib agama di masa depan?
Oleh Rocky Gerung Ahli Filsafat Wah.., ini pertanyaan yang sangat pinter. Apakah kalian juga berpikir bahwa ada banyak Tuhan? Mari kita pikirkan perlahan-lahan. Manusia adalah mahluk yang selalu bertanya. Pertanyaannya mengikuti keingintahuannya. Biasanya keingintahuan itu juga mengikuti perkembangan usia. Seiring bertambahnya usia, semakin banyak hal yang menimbulkan pertanyaan. Apapun dapat ditanyakan. Itulah yang dinamakan kecerdasan manusia. Kalian adalah manusia cerdas. Seumur kalian, bertanya itu sangat penting agar nanti, dalam usia dewasa, kalian merasa lega dan percaya diri menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Nah, kembali pada pertanyaan kalian, “Mengapa ada banyak agama?” Mari kita pikirkan dahulu keterangan berikut ini, lalu kita peroleh jawabannya setelah itu. Memang benar bahwa ada banyak agama. Kalian mengetahuinya dari pelajaran dan melihat sendiri bahwa teman-teman dan tetangga di sekitar rumah saja tidak sama agamanya. Karena dunia ini begitu luas, maka ada ribuan agama di dunia. Itu pertanda bahwa manusia memang berbeda-beda. Manusia mencari Tuhan dengan cara yang berbeda. Perbedaan itu adalah hal yang baik, karena membawa kekayaan pengalaman hidup. Jadi kita harus menghormati perbedaan itu, agar kita berpandangan luas dalam pergaulan sesama manusia, dan sebagai sesama warganegara. Tentu, orang tua kita masing-masing telah mengajarkan cara hidup yang baik pada anak-anaknya. Pelajaran itu diantaranya melalui ajaran agama yang diwariskan turun-temurun. Jadi, ajaran agama bertujuan baik, yaitu sebagai pegangan manusia untuk menjalani kehidupan yang baik. Agama tumbuh bersama peradaban. Jadi sudah ribuan tahun agama bersama manusia. Ada beragam peradaban di dunia, ada beragam kebiasaan dan beragam cara hidup. Maka masuk akal bila ada banyak agama. Agama adalah kumpulan ajaran yang diwariskan sepanjang sejarah peradaban manusia. Yaitu ajaran tentang cara hidup yang baik menurut masing-masing peradaban. Ada yang percaya bahwa agama itu berasal dari Tuhan. Ada juga yang menganggap bahwa agama itu adalah kumpulan ajaran orang-orang bijak. Para nabi yang mengajarkan kebaikan dan keadilan, misalnya. Ada banyak orang bijak yang ajarannya diikuti banyak orang. Jadi ada banyak ajaran agama. Setiap orang punya pilihan. Tidak ada yang boleh memaksakan, karena setiap paksaan akan menyakiti orang lain. Nah, dalam perkembangan peradaban, ada pegangan lain. Misalnya ajaran ilmu pengetahuan. Melalui ilmu pengetahuan banyak pertanyaan tentang alam dan kehidupan dapat dijawab. Misalnya, kalian tentu telah belajar tentang cara terjadinya hujan. Atau, mengapa perilaku menggunduli hutan itu tidak baik bagi kehidupan kita. Itu semua sudah dijawab oleh ilmu pengetahuan. Kita percaya jawabannya benar, karena keterangan ilmu pengetahuan itu masuk akal. Jawaban itu adalah hasil perkembangan pemikiran manusia. Sebelum ilmu pengetahuan berkembang, agama memegang peran penting dalam menjawab persoalan alam dan kehidupan manusia. Dengan kata lain, agama itu mengikuti keperluan manusia untuk mengatasi kesulitan hidup. Nah, manusia hidup dengan keragaman masalah, dan keragaman cita-cita. Adanya beragam agama menunjukkan bahwa pendapat manusia tidak sama dalam melihat suatu masalah. Maka dapat dikatakan bahwa munculnya beragam agama itu adalah jawaban terhadap beragam persoalan hidup kita. Yang perlu kita sadari, masih banyak hal mengenai alam dan kehidupan yang belum mampu kita pahami. Kita takjub pada alam semesta, sambil berpikir tentang asal-usulnya, tentang nasib manusia dan alam semesta di masa depan. Tentang hal-hal itulah agama sejak dahulu kala berusaha memberi jawaban. Seringkali jawaban itu terasa kurang masuk akal bila dipandang dari sudut ilmu pengetahuan masa kini. Tetapi manusia tetap memerlukan pegangan untuk memahami persoalan pada suatu masa. Jadi dapat kita pahami sekarang bahwa ada banyak agama di dunia karena setiap manusia memiliki keingintahuan yang berbeda di dalam peradaban yang berbeda. Artinya, tidak ada satu jawaban yang pasti tentang masalah-masalah alam semesta dan kehidupan. Karena itu manusia hanya cukup meyakininya saja. Nah, itulah sifat utama agama. Karena keyakinan itu tidak dapat dipaksakan, maka kita harus menghormati keyakinan agama yang banyak itu. Jadi sekarang kita bisa tambahkan jawabannya. Begini Karena kita saling menghormati pilihan orang, maka agama tidak boleh dipaksakan menjadi hanya satu. Sebaliknya, bila kita saling memaksakan, maka kita akan saling melenyapkan agama yang beragam itu. Dengan kata lain hilang semuanya. Cobalah pikiran ini kalian diskusikan dengan teman-teman di kelas. Lalu, apakah berarti juga ada banyak Tuhan? Wah, ini pertanyaan yang lebih pinter lagi. Memang kalian tidak menanyakannya. Tetapi sebagai akibat dari banyaknya agama, tidak salah bila kalian juga mempertanyakan soal ini. Tentu kalian berpikir bahwa setiap agama memiliki Tuhan-nya sendiri, sehingga ada banyak Tuhan. Atau diantara kalian ada yang berpikir bahwa Tuhan itu hanya satu, walaupun cara kita menghormati dan berdoa kepadanya adalah berbeda-beda. Sungguh, semua pikiran itu memerlukan penjelasan yang sulit, bahkan bagi orang dewasa yang berpendidikan tinggi. Jadi, bersabarlah untuk memikirkan soal ini. Usia dewasa dan meningkatnya pengetahuan akan membuat kalian mampu memberi jawaban yang bermutu terhadap persoalan ini. Persoalan ini disebut persoalan filsafat. Tetapi keberanian kalian mengajukan pertanyaan, sudah menunjukkan tanggung jawab kalian untuk menghadapi banyak pertanyaan hidup, dan mempertimbangkan beragam kemungkinan jawaban. Kelak kalian akan punya jawaban masing-masing, dan saling bertukar pikiran secara bersahabat. Itulah cara hidup yang saling menghormati. Selamat belajar! Sumber gambar Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Mulia, Maha Pengampun." (QS.Az-Zumar:5)1. Menurut Firman Allah, ada berapa jenis agama? ”MASUKLAH melalui gerbang yang sempit; karena lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.” Matius 713, 14 Menurut Firman Allah, hanya ada dua jenis agama yang sejati dan yang palsu; yang benar dan yang salah; yang satu menuju kehidupan, yang lain menuju kebinasaan. 2. Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa tidak semua agama menyenangkan Allah? 2 Ada yang mengira bahwa semua agama menyenangkan Allah. Ayat-ayat Alkitab berikut menunjukkan bahwa itu tidak benar ”Putra-putra Israel kembali melakukan apa yang buruk di mata Yehuwa, dan mereka mulai melayani para Baal dan patung-patung Astoret dan allah-allah orang Siria, allah-allah orang Sidon, allah-allah orang Moab, allah-allah putra-putra Ammon dan allah-allah orang Filistin. Demikianlah mereka meninggalkan Yehuwa dan tidak melayani dia. Maka kemarahan Yehuwa berkobar terhadap orang Israel.” Hakim 106, 7 Jika kita menyembah patung-patung atau leluhur atau allah-allah dewa-dewi lain dan tidak menyembah Allah yang benar, ibadat kita tidak akan diperkenan Yehuwa. ”Umat ini menghormati aku [Allah] dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dariku. Sia-sia mereka terus menyembah aku, karena mereka mengajarkan perintah manusia sebagai doktrin.” Markus 76, 7 Jika orang-orang yang mengaku menyembah Allah mengajarkan gagasan mereka sendiri dan bukannya ajaran Alkitab, ibadat mereka sia-sia. Ini tidak diterima Allah. ”Allah adalah Roh, dan orang yang menyembah dia harus menyembah dengan roh dan kebenaran.” Yohanes 424 Ibadat kita harus sesuai dengan Firman Allah. Buah dari Agama Palsu 3. Bagaimana kita membedakan agama yang sejati dari yang palsu? 3 Bagaimana kita bisa tahu apakah suatu agama menyenangkan Allah atau tidak? Yesus mengatakan, ”Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi setiap pohon yang busuk menghasilkan buah yang tidak berguna . . . Maka sebenarnya, dari buah-buahnya kamu akan mengenali orang-orang itu.” Dengan kata lain, jika suatu agama bersumber dari Allah, agama ini akan menghasilkan buah yang baik; tetapi jika suatu agama bersumber dari Setan, agama ini akan menghasilkan buah yang busuk.—Matius 715-20. 4. Sifat apa yang harus diperlihatkan penyembah Yehuwa? 4 Agama yang sejati menghasilkan orang-orang yang memiliki dan memperlihatkan kasih. Mengapa? Karena Yehuwa sendiri adalah Allah kasih. Yesus mengatakan, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” Apakah agama-agama memenuhi patokan ini untuk ibadat yang sejati?—Yohanes 1335; Lukas 1027; 1 Yohanes 48. 5. Apa kata sebuah ensiklopedia tentang perdagangan budak di Afrika? 5 Sebagai contoh, perhatikan perdagangan budak di Afrika. The New Encyclopædia Britannica menyatakan, ”Diperkirakan ada orang Afrika yang dikirim melalui Islāmic trans-Saharan dan Samudra Hindia dalam perdagangan budak antara tahun 650 dan tahun 1905. Pada pertengahan hingga akhir abad ke-15 orang-orang Eropa memulai perdagangan budak di pesisir barat Afrika, dan pada tahun 1867 antara dan orang Afrika telah dikirim dengan kapal sebagai budak ke Dunia Baru [Amerika].” 6. Bagaimana agama terlibat dalam perdagangan budak? 6 Bagaimana sikap agama selama pergolakan di Afrika, ketika pria, wanita, dan anak-anak direnggut dari rumah serta keluarga mereka, dirantai, diselar dengan besi panas, lalu diperjualbelikan layaknya hewan? Bethwell Ogot menulis dalam Daily Nation Nairobi, Kenya, ”Agama Kristen maupun Islam mengajarkan tentang persatuan umat manusia, tetapi mereka juga menciptakan masyarakat yang memiliki budak melalui prasangka ras. . . . Kita harus mengakui bahwa Muslim dan Kristen, negara-negara Barat dan Timur Tengah, serta ketidakpekaan moral sama-sama berperan dalam timbulnya penderitaan yang tak terkira atas orang-orang Afrika.” Agama dan Perang 7. Bagaimana sikap para pemimpin agama mengenai peperangan? 7 Agama palsu menghasilkan buah busuk yang lain lagi. Misalnya, meski Alkitab mengatakan harus ”mengasihi sesamamu”, para pemimpin agama di seputar dunia dengan berapi-api mendukung dan mengobarkan peperangan.—Matius 2239. Agama palsu terlibat dalam perang dan perdagangan budak 8. a Bagaimana pemimpin agama mendukung pembunuhan dalam pertikaian di Afrika? b Apa kata seorang pastor tentang pemimpin agama selama perang sipil di Nigeria? 8 Sudah bukan rahasia lagi bahwa selama tahun 1994, beberapa biarawati dan pastor ikut dalam pembantaian orang-orang di Rwanda. Agama juga sangat terlibat dalam banyak pertikaian lain di Afrika. Misalnya, selama perang sipil berdarah di Nigeria, agama-agama dari kedua belah pihak mendorong rakyatnya untuk berperang. Sewaktu perang ini berlarut-larut, seorang pastor berkata bahwa pemimpin gereja telah ”mengesampingkan pekerjaan yang diberikan Allah kepada mereka”. Ia juga berkata, ”Kita yang mengaku sebagai pelayan Allah telah menjadi pelayan Setan.” 9. Apa kata Alkitab tentang pelayan-pelayan Setan? 9 Senada dengan pernyataan itu, Alkitab mengatakan, ”Setan sendiri terus mengubah dirinya menjadi malaikat terang. Karena itu, bukanlah sesuatu yang hebat jika pelayan-pelayannya juga terus mengubah diri mereka menjadi pelayan-pelayan keadilbenaran.” 2 Korintus 1114, 15 Sama seperti banyak orang jahat berpura-pura sebagai orang baik, Setan mengelabui orang-orang melalui pelayan-pelayan yang kelihatannya saleh tetapi melakukan hal-hal yang bejat. 10. Bagaimana para pemimpin agama menyangkal Allah? 10 Di seputar dunia, para pemimpin agama berkhotbah tentang kasih, perdamaian, dan kebaikan, tetapi mereka bertindak dengan penuh kebencian, terlibat dalam perang, dan berlaku bejat. Alkitab dengan tepat menggambarkan mereka, ”Di depan umum mereka menyatakan bahwa mereka mengenal Allah, tetapi mereka menyangkal dia dengan perbuatan mereka.”—Titus 116. Keluar dari ”Babilon Besar” 11. Apa kata Alkitab tentang agama palsu? 11 Kita bisa tahu bagaimana pandangan Yehuwa tentang agama palsu dengan membaca buku Penyingkapan atau, Wahyu dalam Alkitab. Di situ, agama palsu digambarkan sebagai wanita simbolis, ”Babilon Besar”. Penyingkapan 175 Perhatikan kata-kata Allah tentang wanita simbolis ini, ”Sundal besar . . . dengan dialah raja-raja di bumi melakukan percabulan.” Penyingkapan 171, 2 Agama palsu tidak setia kepada Allah, tetapi terlibat dalam urusan politik, sering kali mengendalikan pemerintahan. ”Di dalam dia ditemukan darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan semua orang yang telah dibantai di bumi.” Penyingkapan 1824 Agama palsu menganiaya dan membunuh hamba-hamba Allah yang setia serta ikut bertanggung jawab atas kematian jutaan orang dalam perang. ”Dia memuliakan dirinya sendiri dan hidup dalam kemewahan yang tidak bermalu.” Penyingkapan 187 Agama palsu sangat kaya raya, dan para pemimpinnya hidup mewah. ”Oleh praktek spiritisme[-nya] semua bangsa disesatkan.” Penyingkapan 1823 Melalui ajaran palsunya tentang jiwa yang tidak dapat mati, agama palsu membuka pintu untuk segala bentuk spiritisme serta tenung dan membuat orang merasa takut akan orang mati dan menyembah leluhur. 12. Peringatan apa yang diberikan Alkitab tentang agama palsu? 12 Alkitab dengan tegas memperingatkan orang-orang untuk memisahkan diri dari agama palsu, ”Hai, umatku, keluarlah dari dalamnya, jika kamu tidak ingin mengambil bagian bersama dia dalam dosa-dosanya, dan jika kamu tidak ingin menerima bagian dari tulah-tulahnya.”—Penyingkapan 184, 5. 13. Apa yang akan terjadi atas agama palsu dan para penganutnya? 13 Di masa depan, Babilon Besar, yaitu semua agama palsu di dunia, akan dilenyapkan. Alkitab mengatakan, ”Dalam satu hari tulah-tulahnya akan datang, kematian dan perkabungan dan bala kelaparan, dan dia akan dibakar habis dengan api, karena Allah Yehuwa, yang menghakimi dia, adalah kuat.” Penyingkapan 188 Agar kita tidak kena tulah-tulahnya, kita harus memutuskan semua hubungan dengan agama palsu, tidak ikut dalam semua kebiasaan, perayaan, dan kepercayaannya yang tidak menyenangkan Allah. Ini sangat mendesak. Hidup mati kita dipertaruhkan!—2 Korintus 614-18.
Pertanyaan Saya pernah ditanya oleh seorang teman yang non muslim tentang bukti keberadaan Allah dan mengapa kita diciptakan serta hikmah di balik penciptaan ini. Jawaban yang saya berikan belum cukup meyakinkannya. Oleh karena itu saya mohon anda memberikan jawaban terhadap persoalan ini!. Teks Jawaban muslim, Sesungguhnya dakwah yang anda lakukan dan upaya anda untuk menjelaskan hakikat eksistensi Allah Ta'ala, merupakan perkara yang membahagiakan kami semua. Sesungguhnya mengenal Allah sangat erat hubungannya dengan fitrah insani yang suci dan selaras dengan akal yang lurus. Berapa banyak dari mereka yang non muslim, lalu mereka memeluk Islam setelah melihat hakikat ini. Sekiranya jika setiap orang dari kita melaksanakan kewajiban agamanya, tentu akan semakin banyak orang yang memeluk agama ini. Selamat kami ucapkan kepada anda yang telah mengambil andil dari peran para nabi dan rasul ini. Kabar gembira kami sampaikan kepada anda yang telah berdakwah di jalan-Nya. Bahwa bagi anda pahala yang agung, seperti yang disampaikan melalui lisan nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Di mana beliau pernah bersabda, "Satu orang mendapatkan hidayah Allah lantaran ajakanmu, maka hal itu lebih baik bagimu daripada unta merah." HR. Bukhari, 3/ 134 dan Muslim, 4/ 1872. Unta merah merupakan jenis unta yang paling baik. Kedua, Adapun bukti eksistensi Allah, sangat jelas dan terang bagi orang yang mempergunakan akalnya. Tidak membutuhkan penelitian panjang atau pertimbangan yang berlarut-larut. Bukti eksistensi Allah, dapat dibuktikan dengan tiga dalil dalil fitrah, indera dan syar'i. dan masing-masing bukti tersebut akan kami jelaskan berikutnya dengan izin Allah Ta'ala. Dalil fitrah Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, Dalil fitrah yang mendasari eksistensi Allah merupakan dalil terkuat dari dalil-dalil lainnya, sepanjang fitrah tersebut tidak diselewengkan oleh setan. Allah Ta'ala berfirman, فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ 30 "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." QS. Ar Rum 30. Fitrah insani yang lurus mengakui eksistensi Allah. Tiada yang menyimpang dari fitrah yang suci ini melainkan orang yang telah mengikuti bujuk rayu setan. Pengaruh setan menyebabkan seseorang terhalang untuk mengikuti fitrahnya yang suci." Syarh safariniyah. Setiap orang merasakan dalam fitrahnya, bahwa ia memiliki Tuhan pencipta dan ia merasa sangat memerlukan pertolongan-Nya dalam kondisi terjepit. Kedua tangan tertengadah, hati tertuju dan mata mendongak ke langit memohon bantuan dari-Nya. Dalil inderawi Berbagai peristiwa yang terjadi di alam semesta. Yakni alam di sekitar kita, bukanlah terjadi secara tiba-tiba. Pasti ia ada yang menciptakan. Demikian pula segala hal yang terdapat di atasnya. Semua pepohonan, bebatuan, manusia, bumi dan langit, lautan sungai dan lain-lain. Jika ada yang bertanya, "Siapakah yang menciptakan dan mengadakan alam semesta ini dan yang mengaturnya? Maka jawabannya adalah Ada kemungkinan ia ada begitu saja tanpa ada sebab. Pada saat itu tak seorang pun yang mengetahui kapan ia ada. Atau kemungkinan lain alam semesta ini mengadakan dirinya sendiri dan mengatur dirinya sendiri. Kemungkinan ketiga, bahwa alam semesta ada yang menciptakan dan mengadakannya. Dari ketiga kemungkinan ini, maka kita simpulkan bahwa pertama dan kedua adalah kemungkinan yang mustahil terjadi. Hanya kemungkinan ketiga yang benar dan shahih. Bahwa di sana ada yang mengadakan dan mencipta alam semesta, yaitu Allah Ta'ala, sebagaimana tersebut dalam al Qur'anul karim, أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ 35 أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَلْ لَا يُوقِنُونَ 36 "Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul? Ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?. Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi?. Sebenarnya mereka tidak meyakini apa yang mereka katakan." Ath Thur 35-36. Kemudian muncul pertanyaan, sejak kapan alam semesta ini diciptakan? Dari kurun waktu yang lama ini, siapa yang mengatur apa saja yang tinggal di atas bumi dan sebab yang dapat membuatnya hidup lama di sana. Jawabnya, Dialah Allah yang telah memberikan semua hal apa yang bermanfaat baginya dan menjamin kelestarian hidup. Bukankah anda melihat tumbuh-tumbuhan yang hijau dan indah, jika Allah tahan air hujan membasahi bumi, maka apakah tumbuhan tersebut dapat bertahan hidup tanpa mengalami kepunahan?. Tentu ia akan kering dan punah. Maka jika kita perhatikan dengan teliti, kita temukan bahwa segala sesuatu terkait dengan Allah Ta'ala. Artinya tanpa kehendak Allah, maka tiada akan ada sesuatupun di permukaan bumi ini. Lalu Allah membaguskan ciptaan-Nya. Dan segala sesuatu sesuai dengan yang cocok untuknya. Unta misalnya, cocok untuk dikendarai. أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ 71 وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ 72 "Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan." QS. Yasin; 71-72. Lihatlah bagaimana Allah menciptakan seekor unta sedemikian kuat dan serasi tubuhnya, agar siap dikendarai dan memikul beban yang berat dan sulit, yang tak mampu diusung oleh binatang ternak lainnya. Demikianlah jika anda memperhatikan dengan teliti, ada kesesuaian antara ciptaan-Nya dan peran yang akan dipikulnya. Subhanallah, Maha Suci Allah. Di antara sebagian dalil inderawi adalah Turunnya curahan hujan karena sebab do'a, merupakan bukti eksistensi sang Pencipta. Karena Dia mengabulkan permohonan. Syekh Ibnu Utsaimin berkata, "Setelah Nabi shallallahu alaihi wa sallam meminta hujan seraya berdo'a, "Ya Allah turunkan hujan kepada kami, ya Allah turunkan hujan kepada kami," lalu arakan awan muncul dan hujan pun turun dengan deras sebelum beliau turun dari mimbar. Ini menunjukan adanya Pencipta." Syarh safariniyah. Sedangkan dalil syar'i yang menunjukan eksistensi Pencipta menurut syekh Ibnu Utsaimin, bahwa seluruh aturan hidup yang Dia tetapkan menunjukan adanya Allah, dengan kesempurnaan ilmu, hikmah dan rahmat-Nya. Karena aturan hidup yang sangat teratur ini mengharuskan adanya Sang Pengatur, yakni Allah Ta'ala. Syarh safariniyah. Sedangkan pertanyaan anda, mengapa Allah menciptakan kita? Jawabnya, kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, mensyukuri nikmat dan berzikir kepada-Nya. Juga untuk melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Dan anda tahu bahwa hamba-Nya ada yang kafir dan ada yang muslim. Dan Allah ingin menguji dan memberikan cobaan untuk hamba-Nya, apakah mereka beribadah kepada selain Allah seperti yang dilakukan oleh orang lain setelah Allah bentangkan jalan bagi setiap orang. Allah berfirman, "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." QS. Al Mulk 2. وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 56 "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." QS. Adz-Dzariyat; 56. Kami memohon kepada Allah, agar Dia memberikan taufiq-Nya kepada kami dan anda semua untuk melakukan sesuatu amalan yang mendatangkan cinta dan ridha-Nya, semangat dalam mendakwahkan agama-Nya dan berkiprah untuk menyebarkan ajaran agama-Nya. Shalawat semoga tetap tercurah atas Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Wbwan.