ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَArab-Latin żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīnArtinya Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,وَمَا هُوَ بِٱلْهَزْلِArab-Latin wa mā huwa bil-hazlArtinya dan sekali-kali bukanlah dia senda dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Menarik Tentang Ayat Suci Al-Quran Tentang Al-QuranTerdapat beraneka penafsiran dari berbagai ahli tafsir terhadap isi ayat suci al-quran tentang al-quran, sebagiannya sebagaimana di bawah iniDemi langit yang menurunkan hujan berkali-kali, Dan bumi yang memiliki biji-bijian yang tumbuh, Sesungguhnya al-qu’an adalah perkataan yang memisahkan antara yang haq dengan yang batil, Ia tidak main main. Tidak boleh bagi makhluk bersumpah dengan selain Allah, karena itu adalah kesyirikan. Tafsir al-MuyassarDia bukan permainan dan kebatilan, tetapi ia adalah kesungguhan dan kebenaran. Tafsir al-MukhtasharSesungguhnya, Al-quran itu memisahkan antara yang benar dan salah, Al-quran itu sendirilah yang menjadi pemisah. Al-quran tidak diturunkan dengan senda gurau dan main-main Tafsir al-Wajizءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُArab-Latin āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīrArtinya Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Mereka mengatakan "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dengan yang lain dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan "Kami dengar dan kami taat". Mereka berdoa "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".Rasulullah sholallohu alaihi wasallam membenarkan dan meyakinikebenaran wahyu yang di wahyukan kepadanya dari kaum mukminin pun demikian juga,mereka meyakini kebenaran nya dan mengamalkan isi al-qur’an al-azhim. Masing-masing dari mereka mengimani Allah sebagai tuhan dan sembahan yang memiliki sifat sifat keagungan dan kesempurnaan, dan mengimani sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang mulia, Dia menurunkan kitab kitab suci dan mengutus rasul-rasul kepada makhlukNYA. kami kaum mukminim, tidak mengimani sebagian dari mereka saja, dan mengingkari sebagian yang lain. Akan tetapi kami mengimani mereka semuanya. Rasul dan kaum mukminin mengatakan, ”kami mendengar wahai tuhan kami,apa yang engkau wahyukan, dan kami taat dalam setiap ketetapan. kami berharap Engkau sudi mengampuni dosa-dosa kami dengan kemurahanMU. Engkaulah dzat yang mengurus kami dengan karunia yang Engkau limpahkan kepada kami. dan hanya kepadaMU lah tempat kembali dan tempat kesudahan kami.” Tafsir al-MuyassarRasulullah Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- beriman kepada semua yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya. Begitu juga dengan orang-orang mukmin. Mereka semua beriman kepada Allah, beriman kepada semua malaikat-Nya, semua kitab suci yang diturunkana kepada para Nabi, dan semua Rasul yang diutus-Nya. Mereka beriman kepada para Rasul itu seraya mengatakan, “Kami tidak membeda-bedakan antara Rasul yang satu dengan Rasul yang lain.” Dan mereka mengatakan, “Kami siap mendengarkan apa yang Engkau perintahkan kepada kami dan apa yang Engkau larang untuk kami. Kami taat kepada-Mu dengan melaksanakan apa yang Engkau perintahkan dan menjauhi apa yang Engkau larang. Dan kami memohon kepada-Mu, ya Rabb kami, agar Engkau berkenan mengampuni kami, karena sesungguhnya hanyalah Engkau satu-satunya tempat kami kembali dalam segala urusan.” Tafsir al-MukhtasharNabi SAW beriman kepada ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya, begitu juga orang-orang mukmin. Masing-masing mereka beriman hanya kepada Allah, malaikat, kitab-kitab yang telah diturunkan, dan para rasul yang menyampaikan risalah yang diturunkan kepada mereka. Mereka berkata “Kami orang-orang mukmin tidak membedakan-bedakan para rasul antara satu dengan yang lainnya, namun kami mengimani mereka semua” Nabi dan orang-orang mukmin berkata “Kami memperhatikan dan menaati perintah, maka ampunilah kami wahai Tuhan, Hanya kepadamulah tempat kembali dan berlindung ketika hari kebangkitan” Ayat ini turun setelah ayat {Lillahi maa fissamawati wa ma fil ardhi …} ketika para sahabat beranggapan bahwa mereka akan disalahkan hanya karena niat. Lalu rasulullah SAW bersabda kepada mereka “Apakah kalian akan mengucapkan perkataan sebagaimana ahli kitab “Kami mendengar dan kami mengingkaringa”? Jangan! Tapi katakanlah “Sami’naa wa Atha’na …”” Tafsir al-Wajizءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya Setelah Allah menyebutkan banyak hukum-hukum dalam surat ini kemudian Allah menyebutkan kebesaran diri-Nya dengan firmannya لله ما في السماوات وما في الأرض kemudian menyebutkan pembenaran Rasulullah kemudian menyebutkan pembenaran orang-orang mukmin terhadap itu semuanya lewat firman-Nya ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ Yakni Rasullullah membenarkan seluruh hal-hal yang telah disebutkan ini, begitupula dengan kaum mukminin yang membenarkan Allah dan juga seterusnya. وَمَلٰٓئِكَتِهِۦ malaikat-malaikat-Nya Yakni dari sisi wujud keberadaan mereka, dan bahwa mereka adalah hamba-hamba-Nya yang mulia dan menjadi perantara antara Dia dan nabi-nabi-Nya dalam penyampaian apa yang berasal dari-Nya. وَكُتُبِهِۦ kitab-kitab-Nya Karena kitab-kitab tersebut mengandung syariat-syariat yang denganya para hamba beribadah. وَرُسُلِهِۦ dan rasul-rasul-Nya Karena mereka adalah penyampai kepada hamba-hamba-Nya apa yang diturunkan kepada mereka. لَا نُفَرِّقُ Kami tidak membeda-bedakan Yakni mereka berkata kami tidak membeda-bedakan. بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ antara seseorangpun dari rasul-rasul-Nya Yakni dengan yang lain. Akan tepati kami beriman kepada mereka semua. وَقَالُوا۟ dan mereka mengatakan Yakni Rasulullah dan orang-orang beriman mengatakan. سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ Kami dengar dan kami taat Yakni kami mengetahui dengan pendengaran kami, dan kami telah memahaminya dan mentaatinya, dan kami jawab seruan-Mu ya Tuhan kami. غُفْرَانَكَ Ampunilah kami Yakni ampunilah kami wahai tuhan kami. Zubdatut Tafsirوَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَArab-Latin wa ing kuntum fī raibim mimmā nazzalnā 'alā 'abdinā fa`tụ bisụratim mim miṡlihī wad'ụ syuhadā`akum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīnArtinya Dan jika kamu tetap dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami Muhammad, buatlah satu surat saja yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang jika kalian -wahai orang-orang kafir yang membangkang- masih dalam keraguan terhadap Alquran yang telah kami turunkan kepada hamba kami Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan kalian beranggapan ia bukan dari sisi Allah, maka datangkanlah satu surat yang menyerupai satu surat al-quran dan Mintalah bantuan kepada siapa saja yang dapat kalian jumpai dari para penolong kalian, jika kalian benar dalam klaim kalian. Tafsir al-MuyassarDan jika kalian –wahai manusia- meragukan kebenaran Al-Qur`ān yang diturunkan kepada hamba Kami, Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maka Kami menantang kalian untuk menandinginya dengan cara membuat satu surah saja yang mirip dengannya, meskipun hanya menandingi surah yang terpendek dari Al-Qur`ān. Silakan kalian panggil bala bantuan yang bisa menolong dalam membuat surah itu jika tuduhan kalian itu benar. Tafsir al-MukhtasharApabila kalian meragukan turunnya Al-Qur’an kepada Muhammad SAW, maka datangkanlah sesuatu yang serupa dengan surah manapun dari Al-Qur’an, sekalipun itu pendek. Dan serulah manusia agar bersaksi bahwa kalian berada di jalan kebenaran. Jika kalian adalah orang-orang yang membenarkan keangkuhan kalian, maka itu adalah tantangan yang nyata kepada Allah Tafsir al-Wajizفِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami Muhammad Yakni keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada Muhammad secara berangsur-angsur. فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ buatlah satu surat saja yang semisal Al Quran itu Yakni Allah menantang mereka agar mendatangkan semisal sebuah surat yang ada pada al-qur’an meski hanya surat yang pendek. وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah Yakni manusia yang akan menjadi saksi bahwa yang kalian datangkan itu layaknya al-Qur’an. Zubdatut Tafsirلَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًاArab-Latin laqad aḍallanī 'aniż-żikri ba'da iż jā`anī, wa kānasy-syaiṭānu lil-insāni khażụlāArtinya Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong ingatlah wahai Rasul pada hari orang yang berbuat kezhaliman terhadap dirinya akan menggigit dua tangannya lantaran penyesalan dan kekecewaan, sembari berkata, “Celaka aku, seandainya aku dulu mau mendampingi Rasulullah Muhammad dan mengikutinya untuk menjadikan Islam sebagai jalan menuju surga.”. Dan ia merasakan penyesalan mendalam seraya berkata,”Sekiranya aku dulu tidak menjadikan orang kafir si Fulan itu sebagai teman dekat yang aku ikuti dan aku cintai. Sesungguhnya teman akrab itu telah menyimpangkan diriku dari al-Qur’an setelah datang kepadaku. Dan setan yang terlaknat itu adalah makhluk yang selalu tidak mau menolong manusia.” Dalam ayat-ayat ini terkandung satu peringatan dari menjalin persahabatan dengan teman yang buruk, karena sesungguhnya dia bisa menjadi penyebab teman dekatnya masuk neraka. Tafsir al-MuyassarSesungguhnya teman akrabku yang kafir ini telah menyesatkanku dari Al-Qur`ān setelah ia sampai kepadaku lewat perantaraan Rasul.” Sesungguhna setan sangat menghinakan manusia, apabila manusia ditimpa kesengsaraan maka ia pun berlepas diri darinya. Tafsir al-MukhtasharSungguh sahabat ini menjauhkanku untuk beriman kepada Allah, dan mengingat Allah dan Al-Qur’an, setelah datangnya orang yang menunjukkanku kepada hal itu. Dan setan itu banyak membiarkan orang yang menaatinya dan menelantarkan setiap orang yang mengikutinya sampai menuju kehancuran. Tafsir al-Wajizلَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ الذِّكْرِ بعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku Orang yang aku jadikan teman ini telah menyesatkan aku dari al-Qur’an ketika al-Qur’an itu datang kepadaku dan memungkinkanku untuk beriman. وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْإِنسٰنِ خَذُولًاDan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia Ia menyebut temannya sebagai setan karena telah menyesatkannya; atau yang dimaksud dengan setan di sini adalah Iblis, sebab dialah yang menjerumuskannya untuk berteman dengan orang-orang yang menyesatkan. Zubdatut Tafsirوَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَArab-Latin wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan 'alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi' ahwā`ahum 'ammā jā`aka minal-ḥaqq, likullin ja'alnā mingkum syir'ataw wa min-hājā, walau syā`allāhu laja'alakum ummataw wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt, ilallāhi marji'ukum jamī'an fa yunabbi`ukum bimā kuntum fīhi takhtalifụnArtinya Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,Dan kami telah menurunkan al-qur’an kepadamu wahai rasul, dan semua yang ada didalamnya merupakan kebenaran yang mempersaksikan kebenaran kitab-kitab suci sebelumnya, dan sesungguhnya ia datang dari sisi Allah, yang membenarkan apa yang ada di dalamnya berupa kebenaran, dan yang menjelaskan adanya penyelewengan di dalamnya, dan menasakh mengganti sebagian syariat yang ada didalamnya. Maka putuskanlah orang-orang yang datang untuk berhukum kepadamu dari kaum Yahudi dengan apa yang Allah turunkan kepadamu di dalam al-qur’an. Dan janganlah kamu berpaling dari kebenaran yang Allah perintahkan kamu untuk melaksanakannya menuju keinginan-keinginan hawa nafsu mereka dan apa yang biasa mereka perbuat. Sesungguhnya kami telah menjadikan ajaran syariat bagi setiap umat dan cara yang jelas yang mereka amalkan. Dan seandainya Allah berkehendak, niscaya Dia menjadikan ajaran-ajaran syariat kalian hanya satu, akan tetapi Allah membeda-bedakan ajaran bagi kalian guna menguji kalian, sehingga akan tampak siapa yang taat dan siapa yang melanggar. Maka bersegeralah untuk mencari apa yang baik bagi kalian di dunia dan di akhirat dengan mengamalkan kandungan al-qur’an. Maka sesungguhnya tempat kembali kalian hanya kepada Allah, lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian apa yang kalian perselisihkan dan memberi balasan bagi masing-masing sesuai dengan perbuatannya. Tafsir al-Muyassar"Dan Kami turunkan kepadamu -wahai Rasul- kitab suci Al-Qur`ān dengan kebenaran yang tidak ada keraguan dan kebimbangan sedikit pun bahwa kitab suci ini berasal dari sisi Allah. kitab suci ini membenarkan kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya dan menjadi tolok ukur. Maka bila isinya sesuai dengan Al-Qur`ān adalah benar, dan yang bertentangan dengannya adalah salah. Maka berikanlah keputusan hukum kepada manusia berdasarkan kitab suci yang Allah turunkan kepadamu. Dan janganlah kamu mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang diturunkan kepadamu yang tidak mengandung keraguan pun. Kami telah memberikan syariat berupa ketentuan hukum amaliah dan jalan yang terang bagi tiap-tiap umat yang layak untuk diikuti. Seandainya Allah berkehendak menyatukan syariat mereka, niscaya Dia telah menyatukannya. Akan tetapi Allah berkehendak memberikan syariat tertentu kepada tiap-tiap umat. Hal itu karena hendak menguji mereka semua agar terlihat siapa yang taat dan siapa yang tidak. Maka bergegaslah kalian melaksanakan kebajikan dan meninggalkan kemungkaran. Lalu hanya kepada Allah kalian akan kembali di hari Kiamat kelak. Dia akan memberitahukan kepada kalian perihal apa yang dahulu kalian perselisihkan. Dan Dia akan memberikan balasan yang setimpal dengan apa yang telah kalian perbuat. Tafsir al-MukhtasharWahai Nabi, Kami telah menurunkan kepadamu Al-Qur’an yang mengandung hakikat dari banyak perkara dan benar-benar memperbaiki akhlak para hamba, membenarkan kitab-kitab Tuhan sebelumnya dan menguji kitab-kitab tersebut, yang mana menyetujui kebenarannya dan menampakkan kesalahan isi kitab yang dipalsukan. Maka putuskanlah hukum di antara ahli kitab menggunakan Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah jika mereka meminta keputusanmu wahai Nabi, dan janganlah mengikuti hawa nafsu para pengikut kepercayaan sebelumnya dalam memutuskan perkara, sehingga kamu menyimpang dari kebenaran yang diturunkan oleh Allah kepadamu, karena masing-masing kepercayaan itu mengikuti keinginan mereka sekalipun itu menyimpang seperti halnya perkara rajam dan lainnya yang mereka paalsukan dari kitab Taurat. Masing-masing umat kami buatkan aturan dan jalan yang mereka ikuti, yaitu jalan yang terang dalam agama yang dijalaninya, Hal ini sebelum syariat-syariat sebelumnya dinasakh dalam Al-Qur’an. Adapun setelah dinasakh disalin maka tidak ada aturan kecuali yang diturunkan dalam Al-Qur’an. Sehingga para ahli kitab dan pengikut kepercayaan lain sebelumnya untuk mengamalkan Al-Qur’an. Jika berkehendak, sungguh Allah telah menjadikan kalian sebagai satu umat yang sepakat dengan satu aturan, namun Allah tidak mau demikian, melainkan ingin membuat beragam aturan dalam berbagai periode dan waktu, agar Dia bisa menguji kalian dengan aturan yang berbeda itu. Inilah alasannya. Tidak ada bedanya perbuatan baik di zaman yang berbeda, maka bergegaslah untuk beramal baik, supaya kalian bisa meraih ridaha Allah. Wahai Manusia, hanya kepada Allahlah tempat kembali kalian semua, lalu Dia akan memberitahu perbedaan kalian dalam urusan agama, dan menghisab kalian atas hal itu Tafsir al-Wajizوَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ Dan Kami telah turunkan kepadamu Al kitab dengan membawa kebenaran Kalimat ini ditujukan bagi Nabi Muhammad. Dan makna kitab disini adalah al-qur’an. مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِmembenarkan kitab-kitab yang sebelumnya Yakni kitab-kitab yang diturunkan Allah. Hal ini karena al-qur’an mengandung perintah untuk menyeru kepada Allah dan menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemungkaran sebagaimana kitab-kitab sebelumnya juga mengandung hal-hal ini. وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu Yakni sebagai saksi atas kebenaran kitab-kitab sebelumnya, pengikrar atas apa yang belum dinasakhkan, penasakh apa yang menyelisihinya, penjaga asas-asas syariat didalamnya, rujukan dalam masalah hukum yang masih berlaku atau tidak, dan penjelas dari apa yang telah banyak dirubah oleh pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani. فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللهُ ۖ maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan Yakni dalam al-qur’an. وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka Yakni mengikuti hawa nafsu pemeluk agama-agama yang sebelumnya dan pengubahan mereka atas agama. Dan jangan pula kamu berbelok dan tersesat. عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu Yakni kebenaran yang telah diturunkan kepadamu, karena setiap pemeluk agama-agama itu menginginkan agar tetap berada dalam keadaan mereka itu dan dalam apa yang mereka dapatkan dari nenek moyang mereka meskipun itu adalah hal yang bathil dan telah dinasakh, atau telah disesatkan dari hukum yang diturunkan Allah kepada nabi mereka, sebagaimana hukum rajam dan lainnya yang mereka rubah dari kitab-kitab Allah. لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang Yakni menjadikan Taurat bagi pemeluk agama Yahudi dan Injil bagi pemeluk Nasrani, dan ini ketika syari’at-syari’at terdahulu belum dinasakh oleh al-qur’an. Adapun setelahnya maka tidak ada syari’at, aturan dan jalan hidup kecuali harus dengan apa yang didatangkan oleh Nabi Muhammad. وَلَوْ شَآءَ اللهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja Yakni satu syari’at, satu kitab, dan satu rasul saja. وَلٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ tetapi Allah hendak menguji kamu Menguji dengan perbedaan syari’at-syari’at. فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ terhadap pemberian-Nya kepadamu Yakni apa yang telah diturunkan kepada kalian berupa syari’at yang berbeda-beda. Yakni untuk menguju batas ketaatan tiap umat dalam mengikuti syari’atnya, apakah mereka menjalankan dan mentaatinya atau meninggalkannya dan condong kepada nawa nafsu serta menjual petunjuk dengan kesesatan? Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa perbedaan syari’at-syari’at adalah dikarenakan alasan ini. فَاسْتَبِقُوا۟ الْخَيْرٰتِ ۚ maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan Yakni wahai orang-orang beriman berlomba-lombalah dengan umat-umat lain yang telah menjalankan ketaatan kepada Allah atas dasar syari’at mereka, maka jalankanlah ketaatan kepada Allah atas dasar syari’at kalian agar kalian dapat mengalahkan mereka dalam ketaatan. Zubdatut Tafsirإِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓArab-Latin innanī anallāhu lā ilāha illā ana fa'budnī wa aqimiṣ-ṣalāta liżikrīArtinya Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku adalah Allah, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Aku, tiada sekutu bagiKu, maka sembahlah Aku saja, dan tegakkanlah shalat untuk mengingatKu di dalamnya. Tafsir al-MuyassarSesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain-Ku, maka sembahlah Aku semata, dan dirikanlah salat secara sempurna agar engkau mengingat-Ku dengannya. Tafsir al-MukhtasharSesungguhnya Akulah yang menyerumu, Akulah Allah, maka menyembahlah kepadaKu, jangan menyembah tuhan lain bersamaKu, tunaikanlah shalat supaya kamu mengingatKu di dalamnya, dan selalu perhatikanlah shalatmu karena itu adalah semulia-mulia dan sebaik-baik ketaatan. Tafsir al-Wajizإِنَّنِىٓ أَنَا اللهُ Sesungguhnya Aku ini adalah Allah Yakni yang memanggilmu adalah Allah. فَاعْبُدْنِى maka sembahlah Aku Karena sifat ketuhanan hanya ada pada diri-Nya maka peribadatan hanya bagi-Nya. وَأَقِمِ الصَّلَوٰةَdan dirikanlah shalat Allah khusus menyebutkan ibadah shalat karena ia adalah ketaatan yang paling mulia dan ibadah yang paling baik. لِذِكْرِىٓ untuk mengingat Aku Yakni untuk mengingatku. Pendapat lain mengatakan maksudnya adalah dirikanlah shalat ketika kamu teringat bahwa terdapat suatu shalat yang harus kamu kerjakan. Zubdatut Tafsirيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًاArab-Latin yā ayyuhallażīna āmanū aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụla wa ulil-amri mingkum, fa in tanāza'tum fī syai`in fa ruddụhu ilallāhi war-rasụli ing kuntum tu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhir, żālika khairuw wa aḥsanu ta`wīlāArtinya Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah Al Quran dan Rasul sunnahnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNYA serta melaksanakan syariatNYA, laksanakanlah perintah-perintah Allah dan janganlah kalian mendurhakaiNYa, dan penuhilah panggilan rasulNYA dengan mengikuti kebenaran yang dibawanya, dan taatilah para penguasa kalian dalam perkara selain maksiat kepada Allah. Apabila kalian berselisih paham dalam suatu perkara diantara kalian,maka kembalikanlah ketetapan hukumnya kepada kitab Allah dan Sunnah rasulNYA, Muhammad , jika kalian memang beriman dengan sebenar-benarnya kepada allah dan hari perhitungan. Mengembalikan persoalan kepada al-qur’an dan assunnah itu adalah lebih baik bagi kalian daripada berselisih paham dan pendapat atas dasar pikiran belaka dan akan lebih baik akibat dan dampaknya. Tafsir al-MuyassarWahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya! Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul-Nya dengan menjalankan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi apa yang Dia larang, dan taatlah kalian kepada para pemimpin kalian sepanjang mereka tidak menyuruh kalian berbuat maksiat. Apabila kalian berselisih paham tentang sesuatu, kembalilah kepada kitabullah dan sunah nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- terkait masalah itu, jikalau kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari Akhir. Sikap kembali kepada kitab suci dan sunah itu lebih baik bagi kalian daripada mempertahankan perselisihan itu dan mengandalkan pendapat akal, serta lebih baik akibatnya bagimu. Tafsir al-MukhtasharWahai orang-orang mukmin, taatlah kepada Allah dalam apa yang diturunkanNya dalam Al-Qur’an, taatlah kepada rasulullah dalam sesuatu yang tercantum dalam sunnah dengan tegas, dan taatlah kepada ulama’ yang memerintahkan kebaikan, serta para pemimpin dan orang yang punya otoritas dalam perkara yang mereka perintahkan berupa ketaatan kepada Allah dan kebaikan yang bersifat umum terkait masalah keduniaan. Ketika kalian berselisih dalam hal yang terkait urusan agama dan dunia, maka kembalikanlah perkara tersebut kepada Al-Qur’an dan sunnah yang suci, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, yaitu sesungguhnya hal itu merupakan tindakan orang yang beriman. Dan mengembalikan perkara tersebut kepada Al-Qur’an dan sunnah itu lebih baik bagi kalian di sisi Tuhan, dan merupakan tempat rujukan paling baik daripada kalian mengembalikannya kepada hawa nafsu kalian. Ayat ini turun untuk Abdullah bin Hudzafah yang diutus Rasulullah SAW secara rahasia. Tafsir al-Wajizأَطِيعُوا۟ اللهَ وَأَطِيعُوا۟ الرَّسُولَ taatilah Allah dan taatilah Rasul Nya Setelah Allah memerintahkan para qadhi dan penguasa apabila mereka memutuskan perkara diantara rakyatnya agar mereka memutuskannya dengan kebenaran, maka disini Allah memerintahkan para rakyat untuk mentaati pemimpin mereka. Dan hal itu didahului dengan perintah untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul, karena qadhi atau penguasa apabila menyelisihi hukum Allah dan rasul-Nya maka hukum mereka tidak berlaku. وَأُو۟لِى الْأَمْرِ dan ulil amri Mereka adalah para Imam, Sultan, Qadhi, dan semua yang memiliki kekuasaan yang syar’i dan bukan kekuasaan yang mengikuti thaghut. Yang dimaksud dengan ketaatan kepada perintah dan larangan mereka adalah dalam apa yang bukan kemaksiatan sebagaimana telah datang hadist dari Rasulullah tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah. Dan pendapat lain mengatakan yang dimaksud dengan ulil amri adalah para ulama al-qur’an dan fiqih yang menyuruh kepada kebenaran dan menfatwakannya sedang mereka memiliki ilmunya. فَإِن تَنٰزَعْتُمْ Kemudian jika kamu berlainan pendapat Yakni antara sebagian kalian dengan sebagian yang lain, atau sebagian kalian dengan para pemimpin. فِى شَىْءٍ tentang sesuatu Yang mencakup urusan-urusan keagamaan dan keduniaan. فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul Adapun mengembalikannya kepada Allah adalah dengan mengembalikannya kepada al-Qur’an, dan mengembalikannya kepada Rasul adalah dengan mengembalikannya kepada sunnah-sunnahnya setelah kematiannya, namun ketika ia masih hidup maka dengan bertanya dan meminta hukum dan putusan kepadanya. إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۚ jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian Pengembalian hukum kepada Allah dan rasul-Nya merupakan suatu kewajiban bagi kedua belah pihak yang berselisih, dan ini merupakan salah satu sifat dari orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. ذٰلِكَ Yang demikian itu Isyarat ini ditujukan pada pengembalian hukum yang diperintahkan tersebut. خَيْرٌ lebih utama Yakni lebih utama bagi kalian. وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًاdan lebih baik akibatnya yakni Allah dan Rasul-Nya adalah rujukan yang lebih baik daripada anggapan kalian bahwa apabila terjadi perselisihan kalian merujuk kepada selain Allah dan rasul-Nya. Pendapat lain mengatakan yang dimaksud adalah lebih baik balasan dan bahalanya. Zubdatut Tafsirٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَArab-Latin utlu mā ụḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tan-hā 'anil-faḥsyā`i wal-mungkar, walażikrullāhi akbar, wallāhu ya'lamu mā taṣna'ụnArtinya Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab Al Quran dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah shalat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu bacalah apa yang diturunkan kepadamu dari al-Qur’an ini dan amalkanlah kandungannya, serta laksanakanlah shalat dengan seluruh aturannya. Sesungguhnya menjaga shalat dengan baik akan menahan orang yang melakukannya dari terjerumus di dalam maksiat-maksiat dan perbuatan-perbuatan mungkar. Hal itu dikarenakan orang yang menegakannya, yang menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, hatinya akan bercahaya, dan keimanan, ketakwaan dan kecintaannya terhadap kebaikan akan bertambah, dan sebaliknya keinginannya terhadap keburukan akan semakin berkurang atau hilang sama sekali. Dan sungguh mengingat Allah di dalam shalat dan di tempat lainnya lebih agung dan lebih utama dari segala sesuatu. Dan Allah mengetahui apa saja yang kalian perbuat, yang baik maupun yang buruk. Lalu Dia memberikan balasan kepada kalian atas perbuatan tersebut dengan balasan yang sempurna lagi penuh. Tafsir al-MuyassarBacakanlah -wahai Rasul- kepada manusia apa yang telah diwahyukan kepadamu oleh Allah dari Al-Qur`ān. Dan laksanakan salat dengan sempurna, sesungguhnya shalat yang dilaksanakan dengan tata cara yang sempurna akan mencegah pelakunya dari terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kemungkaran, dikarenakan munculnya cahaya di dalam hati yang mencegahnya dari mendekati kemaksiatan dan menunjukinya kepada amal perbuatan yang saleh. Dan sungguh mengingat Allah itu lebih besar dan lebih agung dari segala sesuatu dan Allah itu Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari amal perbuatan kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas amal perbuatan tersebut, apabila baik dibalas dengan kebaikan, apabila buruk maka dibalas pula dengan keburukan. Tafsir al-MukhtasharWahai Rasulallah, bacalah apa yang diwahyukan kepadamu berupa Al-Qur’an dengan merenung seraya berpikir tentang makna-maknanya dan dirikanlah shalat fardhu pada waktunya serta tetaplah menjaganya. Sesungguhnya shalat itu mencegah orang-orang mukmin dari setiap perbuatan buruk yang menyimpang dari syari’at. Dan sesungguhnya mengingat Allah, yaitu shalat merupakan ketaatan ter besar daripada segala ketaatan dan ibadah paling utama daripada setiap ibadah yang tidak mengandung dzikir, karena tidak ada yang paling sempurna kecuali orang yang mengingat Allah dan mendekatkan diri kepadaNya. Dan Allah mengetahui apa yang kalian perbuat dalam hidup kalian baik itu kebaikan atau keburukan dan membalas kalian atas hal itu. Al-Fakhsya’ adalah perbuatan buruk yang sudah keterlaluan seperti zina. Dan Al-Munkar adalah setiap sesuatu yang menyimpang dari syariat dan akal sehat seperti pembunuhan dan pengerusakan. Tafsir al-Wajizاتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab Al Quran Yakni bacalah al-Qur’an dengan menghayati ayat-ayatnya dan memperhatikan makna-maknanya. إِنَّ الصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ ۗ Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar Yakni tetaplah senantiasa menegakkan shalat sebagaimana diperintahkan. Makna الفحشاء adalah perbuatan yang buruk. Dan makna المنكر adalah sesuatu yang tidak dianjurkan dalam syariat. Adapun makna bahwa shalat mencegah perbuatan buruk dan mungkar yakni mengerjakan shalat merupakan sebab seseorang berhenti dari kemaksiatannya, sebab didalam shalat terkandung peringatan tentang pengawasan Allah dan terdapat penghayatan terhadap ayat-ayat-Nya. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ ۗ Dan sesungguhnya mengingat Allah shalat adalah lebih besar Yakni lebih besar dari segala sesuatu. Yakni mengingat Allah berzikir adalah ibadah yang paling utama karena inilah yang dapat mencegah seseorang dari perbuatan buruk dan mungkar, sebab berhenti dari perbuatan buruk dan mungkar tidak mungkin dilakukan kecuali oleh orang yang mengingat Allah berzikir dan merasa diawasi Allah. Dan zikir yang terkandung di dalam shalat adalah sebab utama yang menjadikan shalat lebih mulia dari ketaatan yang lain. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَDan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan Allah akan membalas kebaikan kalian dengan kebaikan dan membalas keburukan dengan keburukan. Zubdatut Tafsirلَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ ٱلذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِلْإِنسَٰنِ خَذُولًاArab-Latin laqad aḍallanī 'aniż-żikri ba'da iż jā`anī, wa kānasy-syaiṭānu lil-insāni khażụlāArtinya Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong ingatlah wahai Rasul pada hari orang yang berbuat kezhaliman terhadap dirinya akan menggigit dua tangannya lantaran penyesalan dan kekecewaan, sembari berkata, “Celaka aku, seandainya aku dulu mau mendampingi Rasulullah Muhammad dan mengikutinya untuk menjadikan Islam sebagai jalan menuju surga.”. Dan ia merasakan penyesalan mendalam seraya berkata,”Sekiranya aku dulu tidak menjadikan orang kafir si Fulan itu sebagai teman dekat yang aku ikuti dan aku cintai. Sesungguhnya teman akrab itu telah menyimpangkan diriku dari al-Qur’an setelah datang kepadaku. Dan setan yang terlaknat itu adalah makhluk yang selalu tidak mau menolong manusia.” Dalam ayat-ayat ini terkandung satu peringatan dari menjalin persahabatan dengan teman yang buruk, karena sesungguhnya dia bisa menjadi penyebab teman dekatnya masuk neraka. Tafsir al-MuyassarSesungguhnya teman akrabku yang kafir ini telah menyesatkanku dari Al-Qur`ān setelah ia sampai kepadaku lewat perantaraan Rasul.” Sesungguhna setan sangat menghinakan manusia, apabila manusia ditimpa kesengsaraan maka ia pun berlepas diri darinya. Tafsir al-MukhtasharSungguh sahabat ini menjauhkanku untuk beriman kepada Allah, dan mengingat Allah dan Al-Qur’an, setelah datangnya orang yang menunjukkanku kepada hal itu. Dan setan itu banyak membiarkan orang yang menaatinya dan menelantarkan setiap orang yang mengikutinya sampai menuju kehancuran. Tafsir al-Wajizلَّقَدْ أَضَلَّنِى عَنِ الذِّكْرِ بعْدَ إِذْ جَآءَنِى ۗ Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku Orang yang aku jadikan teman ini telah menyesatkan aku dari al-Qur’an ketika al-Qur’an itu datang kepadaku dan memungkinkanku untuk beriman. وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْإِنسٰنِ خَذُولًاDan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia Ia menyebut temannya sebagai setan karena telah menyesatkannya; atau yang dimaksud dengan setan di sini adalah Iblis, sebab dialah yang menjerumuskannya untuk berteman dengan orang-orang yang menyesatkan. Zubdatut Tafsir Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian beberapa penjabaran dari beragam pakar tafsir terhadap makna dan arti ayat suci al-quran tentang al-quran arab, latin, artinya, semoga memberi kebaikan untuk kita bersama. Dukung perjuangan kami dengan memberi link menuju halaman ini atau menuju halaman depan
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia. Baca ayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia 58 43 Al+ahzab+ayat+71 44 berbahagia 45 pertengkaran 46 ali imran 190 47 Tafsir+Sunan+ibnu+majah+no+987 48 Sabar 49 surat al lukman ayat 14 50 Ayat tentang niat 51 Tajwid+surat+al+anbiya 52 ar rahman 26 53 Saba 13
Mengapa Ulama Berbeda Pendapat Soal Jumlah Ayat Alquran?. Foto Seorang anak membaca Alquran. Ilustrasi Muslim. Ilustrasi anak Muslim. – Ayat-ayat Alquran hanya ditetapkan melalui riwayat dari Rasulullah SAW taufiqiy, dan dia bukanlah ruang lingkup ijtihad manusia. Namun, para ulama tetap berselisih pendapat mengenai jumlah ayat Alquran dalam bentuk angka. Nur Faizin dalam buku Tema Kontroversial Ulumul Quran menjelaskan, meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah ayat-ayat Alquran secara angka, namun hal itu tidak memunculkan keraguan seputar otentisitas Alquran. Sebab seluruh ulama terdahulu hingga sekarang sepakat bahwa yang dimaksud Alquran adalah yang tertulis dalam mushaf. Mulai dari Surah Al-Fatihah hingga Surah An-Nas tanpa penambahan atau pengurangan. Para ulama hanya berbeda pandangan dalam beberapa rumusan penghitungan ayat-ayat Alquran. Sebab-sebab perbedaan rumusan itu dapat diringkas ke dalam tiga huruf-huruf hijaiyah di awal beberapa surat. Kedua, basmalah, sebagian ulama menghitungnya sebagai dua ayat yang independen, sementara ulama yang lain tidak. Ketiga, perselisihan sahabat ketika mendengar bacaan Alquran Rasulullah SAW, antara bacaan yang berhenti karena memang akhir ayat dan yang berhenti karena waqaf. Sebagian sahabat meriwayatkannya sebagai ayat dan yang lain tidak. Imam Abu Amar Ad-Dhaniy mengatakan, para ulama menyepakati bilangan sebagai jumlah ayat Alquran, namun selebihnya mereka berselisih. Imam As-Suyuthi menukil Abdullah Al-Mushiliy bahwa ulama-ulama yang berselisih dalam jumlah ayat Alquran adalah ulama ahli Madinah, Makkah, Syam, Bashrah, dan pendapat mereka memiliki mata rantai sanad sampai kepada sahabat, sebagaimana dijelaskan secara terperinci dalam kitabnya Al-Itqan fi Ulum Alquran. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Meskipunada 40 jenis cara membaca al-Quran, tapi yang dinilai layak hanya tujuh ini," ungkapnya. Ahsin mengisahkan, langgam bacaan al-Quran berasal dari Iran. Kala itu, orang Makkah dan Madinah sedang membersihkan Ka'bah. Di sana ada orang Farsi yang sedang melantunkan bacaan al-Quran dengan langgam nada lagu asal negerinya.
Ilustrasi Al-quran. Foto Erick Fahrizal/ apa saja dalil dalam Alquran yang membahas tentang perbedaan dalam Alquran? Berikut dalil, terjemahan dan tafsir menurut Kemenag Al-Kausar Al-Baqarah Ayat 176ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ نَزَّلَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِى الْكِتٰبِ لَفِيْ شِقَاقٍۢ بَعِيْدٍ ࣖYang demikian itu karena Allah telah menurunkan Kitab Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang kebenaran Kitab itu, mereka dalam perpecahan yang telah menurunkan Al-Qur'an dan kitab-kitab yang sebelum-nya yang membawa kebenaran. Sedangkan mereka menyembunyikan dan menafsirkannya menurut hawa nafsunya sehingga hal ini menimbulkan perselisihan yang tajam di antara mereka sendiri. Orang yang mempertengkarkan kebenaran yang dibawa oleh kitab itu sudah jauh menyimpang dan terperosok ke dalam jurang kesesatan. Mereka akan mendapat siksaan yang pedih dari selaku penulis sangat terbuka apabila pembaca memiliki kritik dan saran. Silahkan hubungi kami melalui alamat surel berikut [email protected]
Sungguh kami pernah membaca surat yang menyerupai surat At Taubah, saya tidak hafal kecuali ayat berikut ini: "Kalau saja bagi anak Adam ada dua lembah harta, maka ia akan mengharap lembah yang ketiga, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi perut anak Adam kecuali tanah, dan Allah akan mengampuni orang yang bertaubat".
- Firman Allah SWT dalam Surat al-Maidah ayat 48 menunjukkan dengan jelas bahwa Allah menciptakan manusia dengan berbagai variasi warna kulit, bahasa, tabiat, dan bentuk tubuh. Dengan keragaman inilah justru terdapat keindahan dan kesempurnaan. Dengan kata lain, perbedaan merupakan fitrah dan kehendak tersebut berbunyi“Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.”Muhammad bin Abdul Rahman al-Dimasyqi, seorang ulama mazhab Syafii, menegaskan dalam kitab Rahmatul Ummah fi Ikhtilafil Aimmah bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama merupakan rahmat bagi umat. Sebab mereka telah melakukan ijtihad dengan mengerahkan seluruh daya intelektual dan spiritual guna mencari Rasulullah masih hidup, perbedaan pendapat sangat jarang terjadi. Rasulullah adalah tokoh sentral, tempat rujukan segala permasalahan yang dialami para sahabat. Karena itu jika para sahabat berselisih pendapat, mereka segera berkonsultasi kepada Rasulullah. Dan Rasulullah pun kemudian menjelaskan pendapat yang kali para sahabat pernah berbeda pendapat tentang makna sabda Nabi “Janganlah seseorang melakukan salat asar kecuali di Bani Quraidhah.”Sebagian sahabat tetap menjalankan salat asar pada waktunya, meski belum sampai di Bani Quraidhah. Kelompok ini memaknai hadis di atas sebagai perintah untuk mempercepat perjalanan menuju Bani Quraidhah dan bukan sebagai keringanan melakukan salat di luar waktu yang telah ditentukan. Sementara sebagian lain baru menjalankan salat asar setelah sampai di Bani Quraidhah sesuai makna harfiah hadis. Perbedaan pendapat ini disampaikan kepada Rasulullah dan ia tidak mencaci salah satu dari kedua pendapat tersebut. Ini berarti Rasulullah membenarkan setelah Rasulullah wafat, bibit-bibit perbedaan pendapat mulai tumbuh dan berkembang. Menurut Taha Jabir al-Alwani dalam kitab Adabul Ikhtilaf fil Islam, perbedaan pendapat setelah Rasulullah wafat dimulai dari benar atau tidaknya berita Rasulullah meninggal. Hingga kemudian timbul pula perbedaan tentang siapakah khalifah pengganti Rasulullah. Perbedaan pendapat tersebut semakin melebar pada periode Tabiin dan mencapai puncaknya pada era imam mengetahui lebih lanjut tentang sejarah perbedaan pendapat dalam Islam, bisa disimak di artikel berikut ini. - Sosial Budaya Penulis Ivan Aulia AhsanEditor Zen RS
AyatAlkitab tentang Menghargai Perbedaan. Berikut ayat Alkitab tentang menghargai perbedaan dan mengasihi sesama: 1. Roma 10:12. "Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.".
Foto Amina Wadud. Dok. Amina Wadud Jakarta, CNBC Indonesia - Ibadah salat Jumat bagi umat islam sudah tidak asing lagi bila dipimpin atau diimami oleh laki-laki. Hal itu sebab sejatinya salat Jumat memang diutamakan untuk apa jadinya bila ibadah salat Jumat diimami oleh seorang perempuan?Amina Wadud Muhsin menjadi perempuan pertama yang memimpin ibadah salat Jumat di Amerika Serikat dan di Inggris. Lahir pada 25 September 1952, Amina Wadud bukanlah Islam sejak lahir. Bapaknya adalah seorang pendeta ternama di Amerika Serikat. Dia sendiri memiliki nama akte Mary Teasley. Barulah saat usia 20 tahun dia memutuskan pindah agama ke Islam dan mengubah namanya menjadi yang dikenal saat Inside the Gender Jihad Women's Reform in Islam 2006, Wadud bercerita keputusan ini didasari oleh diskriminasi yang dialaminya sebagai perempuan Afrika-Amerika yang beragama keturunan Afrika, miskin dan tidak berdaya, itulah yang dialami Wadud selama 20 tahun hidup pertamanya. Saat berada di bawah rasisme seperti itulah, dia melihat Islam sebagai agama keadilan di tengah ketidakadilan yang dianggap dapat melindungi dan mendukung posisinya sebagai perempuan dari kelas berbeda. Setelah menjadi Islam itulah Wadud banyak belajar tentang bahasa Arab, Alquran, dan dia kuliah sampai ke Kairo, Mesir. Selama berkelana mencari ilmu, Wadud melihat ada yang salah terhadap penafsiran itu, menurutnya, terletak pada besarnya subjektifitas penafsir yang didominasi laki-laki. Ini membuat mereka memberi kedudukan eksklusif bagi kaumnya sesama Qur'an and Woman 1999, Wadud menganggap tafsir Alquran bersifat dinamis, sehingga harus terus menerus ditafsirkan. Baginya, ini bertujuan untuk mencapai "the lived state of Islam".Maka, dalam berbagai karyanya dia ingin menemukan atau mengangkat kembali jati diri perempuan Muslim yang telah "dirampas" oleh penafsiran yang bias. Satu-satunya cara adalah merumuskan ulang makna dan tafsir kesetaraan laki-laki dan mengutip Qur'an and Woman 1999, tafsir yang dilakukan Wadud berdasarkan metode hermeneutika tauhid. Maksudnya, dia berupaya menganalisis teks ayat-ayat Alquran dengan memusatkan pada susunan bahasa yang bermakna ganda. Dari sini dia mampu membongkar persepsi interpretasi tentang saat membaca satu per satu ayat Alquran, dia berupaya memahami konteksnya, melihat kedudukan ayat tersebut dengan ayat lain, melihat kesamaan bahasa dan struktur di seluruh bagian kitab semua dilakukan untuk mengambil 'jiwa' dari ayat-ayat Alquran demi tercapainya visi riset "Tafsir Ayat-Ayat Gender Ala Amina Wadud Perspektif Hermeneutika Gadamer" 2015, salah satu sorotan Wadud adalah tentang penciptaan Al-Quran berdasarkan An-Nisa ayat 1 yang membahas kalau Tuhan menciptakan laki-laki Adam dari sumber yang satu, kemudian baru diciptakan perempuan Hawa dari sumber bagian dari diri tafsir tradisional, ayat tersebut memberi pernyataan bahwa perempuan Hawa diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Artinya, kehadiran perempuan bergantung pada laki-laki atau laki-laki berperan penting bagi Wadud, pandangan ini jelas keliru dan harus dilakukan reinterpretasi. Berdasarkan metodenya, dia membedah satu per satu kata dalam ayat tersebut. Lalu mendudukkannya pada konteks dengan ayat lain. Dari sini dia menghasilkan satu tafsir baru. Bahwa tidak ada pernyataan Al-Quran bahwa laki-laki lebih penting dari perempuan. Kata Wadud, "Penciptaan laki-laki dan perempuan sebagai sebuah pasangan merupakan bagian rencana Allah. Dengan kata lain, antara kedua bagian dalam pasangan tersebut sama pentingnya." Keduanya tercipta dari sistem berpasang-pasangan. Namun, Wadud juga memaklumi apabila ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam ranah fungsi di atas hanya satu dari ratusan tafsir Wadud. Meski demikian, bukan berarti tafsirannya tidak ditentang banyak orang. Justru, hujatan terus menerus diterimanya yang melawan pandangan diskriminatif terhadap satu kontroversi paling besar yang melibatkan Wadud adalah saat dia menjadi perempuan pertama di dunia yang memimpin Salat Jumat di New York 2005 dan Oxford 2008.Wadud yang sudah menafsirkan Al-Quran, memandang tidak ada yang salah dari keputusannya, karena Al-Quran tidak melarangnya. Jelas, tindakan ini menuai kontroversi dari dunia."Bisa-bisanya salat Jumat yang makmumnya adalah laki-laki, dipimpin oleh seorang perempuan," begitu kira-kira isi mayoritas laporan BBC Indonesia 15 April 2022, Wadud kini menghabiskan sisa hidupnya dengan bermukim di Yogyakarta. Di sana dia aktif mengajar di UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gadjah Mada. [GambasVideo CNBC] Artikel Selanjutnya 7 Tanaman Ini Disebut di Alquran & Bisa Bawa Energi Positif luc/luc
Paraulama hanya berbeda pandangan dalam beberapa rumusan penghitungan ayat-ayat Alquran. Sebab-sebab perbedaan rumusan itu dapat diringkas ke dalam tiga hal. Pertama, huruf-huruf hijaiyah di awal beberapa surat. Kedua, basmalah, sebagian ulama menghitungnya sebagai dua ayat yang independen, sementara ulama yang lain tidak.
Sebagai agama yang rahmatan lil alamin, terdapat ayat Al-Quran tentang toleransi tasamuh yang wajib diketahui umat Ushuluddin UIN Suska mencatat, sebagai rahmat bagi alam semesta, Islam juga bersifat tetap mengakui dan menerima kenyataan adanya pluralitas agama di muka apa saja jenis toleransi dalam Islam yang diatur Al-Qur'an? Yuk, simak selengkapnya ayat Al-Quran tentang toleransi, Moms!Baca Juga Cerita Sejarah Sunan Kudus dengan Toleransi Beragama yang TinggiMakna Toleransi Menurut Pandangan IslamFoto Makna Toleransi atau tenggang rasa dalam Islam disebut dengan tasaamuh. Dalam bahasa Arab, tasaamuh berarti sama-sama berlaku baik, lemah lembut dan saling dari tasaamuh adalah bersikap menerima dan menghargai perbedaan yang ada. Tasaamuh bukanlah mencampuraduk keimanan atau keyakinan antar berarti menghargai eksistensi agama yang dianut orang tasaamuḥ yang diajarkan dalam Islam sangat rasional dan praktis. Yaitu dijalankan dengan mengenali, menghargai, dan terbuka dengan jika berkaitan dengan perbedaan agama, keyakinan umat Islam kepada Allah tentu berbeda dengan umat beragama lain dan tidak dapat contoh, Allah melarang kita untuk mencela keyakinan umat beragam lain. Allah SWT berfirman“Dan janganlah kalian mencela orang-orang yang berdo’a kepada selain Allah, yang menyebabkan mereka mencela Allah dengan permusuhan dengan tanpa ilmu. Demikianlah Kami menghiasi untuk setiap umat amalan mereka, lalu Dia mengabarkan kepada apa yang mereka lakukan” QS. al-An’am [6]108Tasaamuh atau toleransi berlaku bagi semua manusia tanpa terkecuali. Sebab, perbedaan yang ada di dunia sudah semestinya ditanggai dengan damai dan saling Juga Syukuran 4 Bulanan Dalam Islam, Berikut PenjelasannyaHadis dan Ayat Al-Quran tentang ToleransiFoto Kitab Suci Alquran Orami Photo StocksSecara bahasa, toleransi berarti tenggang istilah, toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antar sesama SWT telah menciptakan manusia berbeda satu sama ini bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif, namun bisa memicu konflik jika dipandang secara antar umat beragama telah dicontohkan oleh Rasulullah saat selesai Perang Badar, pasukan muslim yang menang ingin tawanan non muslim untuk Rasulullah SAW justru meminta agar tawanan perang tersebut beberapa hadis dan ayat Al-Qur'an tentang toleransi. Beberapa ayat Al-Quran tentang toleransi di antaranya, yakni1. Surat Al-Kafirun Ayat 1-6Terdapat jenis toleransi dalam Islam yang telah diatur dalam ayat Al-Quran tentang toleransi, salah satunya dalam surat يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ . لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِArtinya "Katakanlah Muhammad Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah, untukmu agamamu, dan untukku agamaku’.” QS Al-Kafirun 1-6.2. Surat Yunus Ayat 40-41Foto Membaca Al-Quran itu, ada pula ayat Al-Quran tentang toleransi dan tanggung jawab yang juga memiliki makna dari surat Yunus, berikut bacaan dan artinyaوَمِنْهُمْ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِالْمُفْسِدِينَ . وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَArtinya "Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya Al-Qur’an, dan di antaranya ada pula ada orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat jika mereka tetap mendustakanmu Muhammad, maka katakanlah bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak pertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” QS Yunus 40-41.3. Surat Al-Mumtahanah Ayat 8Berlaku adil antar sesama juga termasuk dalam bagian bacaan ayat suci Al-Qur'an tentang toleransi selanjutnyaلَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَArtinya “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” QS Al-Mumtahanah 8Baca Juga Hukum KB dalam Islam Berdasarkan Alquran dan Hadits4. Surat Al-Baqarah Ayat 178Foto Keutamaan Membaca Alquran Orami Photo StockAyat Al-Qur'an tentang toleransi selanjutnya termasuk dalam surah Al-Baqarah Ayat bunyi dan penjelasannya ayatnyaيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌArtinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah yang memaafkan mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah yang diberi maaf membayar diyat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula.Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih,” QS Al-Baqarah 178.5. Surat Al-Hajj Ayat 40Ada juga ayat Al-Quran tentang toleransi dan meminta pertolongan dari Allah bunyi dan penjelasan artinyaٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِم بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّآ أَن يَقُولُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَٰمِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَٰتٌ وَمَسَٰجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا ٱسْمُ ٱللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِىٌّ عَزِيزٌArtinya “Yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata Tuhan kami hanyalah Allah’. Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain,Tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." QS Al-Hajj 40Baca Juga 7 Surat Penenang Hati dalam Alquran untuk Menghilangkan Rasa Gundah, Insya Allah Manjur!6. Hadis tentang Toleransi dan Agama yang Dicintai Allah SWTFoto Membaca Alquran ayat Al-Quran tentang toleransi, Nabi Muhammad SAW juga menyiratkannya dalam berbagai hadis yang disampaikan oleh para sahabat, yakniعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ اْلأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُArtinyaDari Ibnu Abbas, ia berkata; ditanyakan kepada Rasulullah SAW “’Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda Al-Hanifiyyah As-Samhah yang lurus lagi toleran’.” HR Bukhari.7. Hadis tentang Toleransi dan Memberi KemudahanHadis tentang toleransi berikut juga bisa jadi pedoman kehidupan setiap tersebut, berbunyiأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli, dan ketika memutuskan perkara.” HR Bukhari.8. Hadis tentang Toleransi dan TetanggaFoto Adab Bertetangga Orami Photo StocksSelanjutnya, terdapat hadis tentang toleransi dan adab bertetangga yang berbunyiعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ وَ أَبُو يَعْلَىArtinya Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda “Demi Allah yang nyawaku di tanganNya, tidaklah beriman seorang hamba sehingga dia mencintai tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” HR Muslim dan Abu Ya’la.Baca Juga Mengenal Hadis Maudhu, Apakah Termasuk Hadis Palsu? Ini Penjelasannya!9. Surat Al-Baqarah Ayat 256Ayat Al-Quran tentang toleransi selanjutnya berasal dari Surat Al-Baqarah Ayat bacaan dan arti yang menjelaskan tentang toleransi dan kebersamaanلَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ٢٥٦Artinya "Tidak ada paksaan dalam menganut agama Islam. Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."10. Surat Al-Hujurat Ayat 13Foto Ilustrasi Keluarga Islam Orami Photo StockIslam turut mengajarkan umatnya untuk selalu menghargai dan menghormati perintahnya terdapat dalam salah satu ayat Al-Quran tentang toleransi, yakni Surat Al-Hujurat Ayat النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌArtinya "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti." QS. Al-Hujurat 1311. Surat Al-Mumtahanah Ayat 13Surat Al-Mumtahanah Ayat 13 juga mengajarkan sikap toleransi antar adil jadi yang penting untuk ditegakkan dalam يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَArtinya "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kamu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." QS. Al-Mumtahanah 13Baca Juga 20+ Bacaan Surat Pendek dalam Juz Amma, Yuk Ajarkan kepada Anak!12. Surat Al-Khaf Ayat 29Foto Alquran Al-Quran tentang toleransi dan bersikap adil juga terdapat dalam Surat Al-Khaf Ayat bacaan bunyinyaوَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًاArtinyaKatakanlah Nabi Muhammad, “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki beriman, hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki kufur, biarlah dia kufur.”Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka meminta pertolongan dengan meminta minum, mereka akan diberi air seperti cairan besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. Itulah seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek."13. Surat Yunus Ayat 99Surat Yunus Ayat 99 juga termasuk dalam Al-Quran tentang toleransi. Berikut bunyi dan penjelasan arti yang dimaksudوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًاۗ اَفَاَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَArtinya"Seandainya Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang di bumi seluruhnya beriman. Apakah engkau Nabi Muhammad akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang mukmin?"Baca Juga Mengenal Hadis Maudhu, Apakah Termasuk Hadis Palsu? Ini Penjelasannya!Begitulah ayat Al-Quran tentang toleransi beserta hadis nabi agar berlaku adil, bahkan kepada orang dengan agama yang berbeda agar tercipta kedamaian di setiap hadis dan Ayat Al-Quran untuk pedoman sehari-hari, ya, Moms!
Ayatalquran tentang kebebasan berekspresi. Arti kebebasan berpikir menurut islam. Dengan kata lain, islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk berpendapat, yang itu tidak dapat dipisahkan dari potensi sekaligus perintah allah. Pasal lain yaitu pasal 28e berbunyi " hak kebebasan untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan
- Bunyi Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang toleransi dan menghargai perbedaan, “Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ụbaw wa qabā`ila lita'ārafụ...Artinya "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal...". Piala Dunia Qatar 2022 telah resmi dibuka pada Minggu, 20 November 2022 lalu di Stadion Al-Bayat, Al-Khor. Acara tersebut dimeriahkan salah satunya Jungkook, anggota boyband Korea Selatan BTS berduet dengan Fahad Al-Kubaisi, penyanyi Qatar yang melantunkan lagu resmi Piala Dunia 2020 bertajuk Dreamers. Di samping itu, ada momen spesial yang membuat kalangan umat Islam salah satu di Indonesia heboh dari acara pembukaan Piala Dunia 2022, yakni pembacaan Surah Al-Hujurat ayat 13 oleh Ghanim Al Muftah. Pembacaan ayat tersebut terjadi ketika Ghanim berbincang dengan Morgan Freeman, seorang aktor Surat Al-Hujurat ayat 13 Apa yang terkandung pada Surat Al Hujurat ayat 13, sehingga dibaca ketika pembukaan kejuaraan tingkat dunia tersebut?Surat Al Hujurat ayat 13 merupakan salah satu surah dalam Al-Qur’an yang mengajarkan toleransi dan menghargai perbedaan. Allah SWT melalui surat tersebut menyampaikan bahwa umat manusia harus memelihara kerukunan. Umat manusia diciptakan Allah SWT dengan banyak perbedaan, mulai ras, agama, budaya, suku, bahasa, hingga warna kulit. Sekalipun demikian, Islam mengajarkan kepada umat manusia untuk memegang ajaran moderat, sehingga nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan dapat diimplementasikan dalam kehidupan. Toleransi dalam Islam dikenal dengan istilah tasamuh. Terkait dengan toleransi, Rasulullah SAW pernah bersabda dalam hadis riwayat Abdullah bin Abbas sebagai berikut “Dari Ibnu Abbas, ia berkata’'Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, 'Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?’, maka beliau bersabda Al-hanifiyyah as-samhah atau agama yang lurus lagi toleran [maksudnya agama Islam],” HR. Ahmad. Toleransi menempati kedudukan yang begitu tinggi dalam Islam. Toleransi juga membawa makna bahwa kualitas ketakwaan seseorang tidak dapat diukur melalui penampilan fisiknya. Hal ini juga senada dengan hadis riwayat Imam Ahmad, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut “Telah menceritakan kepada kami Waki, dari Abu Hilal, dari Bakar, dari Abu Zar [Al-Ghifari] yang mengatakan bahwa sesungguhnya Nabi SAW pernah bersabda kepadanya 'Perhatikanlah, sesungguhnya kebaikanmu bukan karena kamu dari kulit merah dan tidak pula dari kulit hitam, melainkan kamu beroleh keutamaan karena takwa kepada Allah SWT," HR. Ahmad. Bunyi Surat Al Hujurat ayat 13 Tentang Toleransi dan Menghargai PerbedaanBerikut ini bunyi Surat Al Hujurat ayat 13 yang mengajarkan kepada umat manusia terkhusus kaum muslim tentang toleransi dan menghargai perbedaan يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣ Arab Latinnya Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ụbaw wa qabā`ila lita'ārafụ, inna akramakum 'indallāhi atqākum, innallāha 'alīmun khabīr. Artinya “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti,” QS. Al-Hujurat [49] 13.Baca juga Bacaan Surah Al Maidah Ayat 1-5 Penjelasan Jenis Makanan Haram Isi Kandungan Surah An Nasr, Makna Perintah Bertasbih, dan Artinya Kandungan Surah At Taubah Ayat 105 dan Artinya Tentang Etos Kerja - Pendidikan Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Dhita Koesno
Sehingga tidak mengherankan kalau di dalam al-Quran terdapat kosa kata yang berasal dari bahasa non Arab. Baca juga: Kompleksitas Bahasa Arab Sebagai Bahasa Al-Quran. Kosa kata asing dalam al-Quran. Dalam kitab al-Muhadzdzab Fima Waqa'a Min al-Mu'arab, Imam Suyuthi menghimpun kosa kata asing dalam al-Quran. Kosa kata itu berjumlah 125 kata.
Ilustrasi membaca Alquran. Foto Chaideer Mahyuddin/ adalah kitab suci utama dalam agama Islam Kalam Allah SWT, yang dipercayai Muslim bahwa kitab ini diturunkan oleh Allah, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ayat Alquran beserta terjemahan menurut Kemenag RI tentang tanggung jawab Al-Ma'idah Ayat 42سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ اَكّٰلُوْنَ لِلسُّحْتِۗ فَاِنْ جَاۤءُوْكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ اَوْ اَعْرِضْ عَنْهُمْ ۚوَاِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَّضُرُّوْكَ شَيْـًٔا ۗ وَاِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَMereka orang-orang Yahudi itu sangat suka mendengar berita bohong lagi banyak memakan makanan yang haram. Maka, jika mereka datang kepadamu Nabi Muhammad untuk meminta putusan, berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka. Jika engkau berpaling, mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Akan tetapi, jika engkau memutuskan perkara mereka, putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang selaku penulis sangat terbuka apabila pembaca memiliki kritik dan saran. Silahkan hubungi kami melalui alamat surel berikut [email protected]
rVaJB. 6y5q6s45u0.pages.dev/3076y5q6s45u0.pages.dev/4956y5q6s45u0.pages.dev/1436y5q6s45u0.pages.dev/4186y5q6s45u0.pages.dev/1746y5q6s45u0.pages.dev/8826y5q6s45u0.pages.dev/146y5q6s45u0.pages.dev/273
ayat alquran tentang perbedaan